Akurat Logo

SPPG di Tangerang Libatkan 11 Napi Jadi Relawan Pencuci Ompreng

Moehamad Dheny Permana | 24 April 2026, 20:43 WIB
SPPG di Tangerang Libatkan 11 Napi Jadi Relawan Pencuci Ompreng
SPPG Babakan, Kota Tangerang, Banten, melibatkan 11 narapidana atau warga binaan Lapas Kelas 1 Tangerang sebagai relawan pencuci ompreng. (Bakom RI)

AKURAT.CO Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan, Kota Tangerang, Banten, melibatkan 11 narapidana atau warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang sebagai relawan pencuci ompreng.

Kolaborasi ini menjadi gambaran upaya yang menggabungkan pelayanan gizi dan pemberdayaan sosial dalam operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dapur SPPG Babakan berlokasi di dalam area Lapas Kelas 1 Tangerang. Para warga binaan yang telah mendapatkan remisi dan akan segera kembali ke masyarakat ini bertugas di bagian pencucian ompreng, tanpa terlibat dalam proses pengolahan makanan.

Baca Juga: Proyek SPPG 69 Titik Rampung dalam 37 Hari: Bagaimana PTPP Menyelesaikan Proyek Nasional Super Cepat?

Seluruh aktivitas mereka juga berada di bawah pengawasan ketat petugas Lapas. Head Chef dapur SPPG Babakan, Chef Kuming, menjelaskan kolaborasi ini dilakukan melalui proses seleksi yang ketat oleh pihak Lapas.

"Kita bekerja sama dengan Lapas, dan kita memberikan slot, bukan slot atau tempat yang kemudian diberikan kepada anak-anak Lapas, binaan Lapas. Itu sekitar 11 orang," ujar Chef Kuming saat ditemui di SPPG Babakan, Tangerang, dikutip Jumat (24/4/2026).

Dia menegaskan, para warga binaan tidak diperkenankan menyentuh makanan maupun menggunakan peralatan tajam selama bekerja. Pengawasan dilakukan secara intensif oleh petugas Lapas, bahkan hingga larut malam.

"Dari jam 2 siang, bahkan mereka pernah lembur sampai jam 2 pagi. Pihak sipir 4-5 orang masih tetap standby di sini. Jagain di pintu depan, di pintu belakang, sama di jendela gitu. Jadi insya Allah aman," jelasnya.

Meski berada dalam pengawasan ketat, kinerja para warga binaan sangat baik, terutama dalam menjaga kebersihan dan kerapian. "Entah gimana mungkin mereka sudah terbiasa disiplin gitu. Omprengnya ini saya bilang perfect, clean," ungkapnya.

Baca Juga: PTPP Rampungkan Proyek 69 SPPG di 15 Provinsi dalam 37 Hari, Nilainya Tembus Rp507,8 Miliar

Dia mengaku beberapa kali melihat di SPPG lain pada pagi hari, ompreng masih basah dan harus dilap ulang. Sementara di SPPG Babakan, seluruh ompreng dalam kondisi kering.

Sebelum mulai bekerja, para warga binaan terlebih dahulu mendapatkan pembekalan mengenai standar operasional pencucian ompreng. Mulai dari proses pembilasan, pencucian dengan sabun, pembilasan ulang, pengeringan, hingga sterilisasi dan penataan.

Dia berharap keterlibatan warga binaan ini tidak hanya membantu operasional dapur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pemberdayaan. Upaya ini diharapkan dapat menyiapkan mental dan psikologis warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.