Program MBG Dongkrak Penjualan Budidaya Lele hingga Bandeng di Pati

AKURAT.CO Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendongkrak sektor perikanan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Di mana hasil budidaya lele, bandeng, dan nila masyarakat semakin terserap oleh dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Meningkatnya jumlah dapur MBG yang beroperasi, juga memperbesar kebutuhan bahan baku pangan secara konsisten. Hal ini memberikan kepastian pasar bagi pelaku usaha lokal, sekaligus mendorong perputaran ekonomi di masyarakat.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyebut sektor perikanan menjadi salah satu yang paling merasakan dampak positif dari program ini. Permintaan dari dapur MBG ini juga mendorong stabilitas bahkan kenaikan harga komoditas.
Baca Juga: BGN Bantah Isu Balita Meninggal Akibat MBG, Orang Tua Tegaskan Murni Karena Sakit
"Dengan adanya program ini banyak UMKM terbantu. Kami juga menyarankan SPPG untuk membeli produk-produk UMKM atau pun pedagang di Kabupaten Pati. Dan ternyata banyak sekali manfaatnya," ujar Risma, dikutip Senin (27/4/2026).
Dia mencontohkan harga ikan lele di tingkat pembudidaya yang dulunya di bawah Rp20 ribu, setelah ada MBG harganya terus naik. Termasuk ikan-ikan budidaya tambak seperti bandeng.
"Harganya sudah bagus. Ini bukti bahwa UMKM di Kabupaten Pati dengan program ini mendapatkan manfaat yang luar biasa," tambahnya.
Dengan adanya permintaan yang stabil dari dapur MBG, pelaku usaha perikanan kini memiliki kepastian pasar. Kondisi ini mendorong peningkatan produksi budidaya lele, bandeng, dan nila oleh masyarakat, sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
Pemerintah Kabupaten Pati pun mendukung penuh implementasi program ini, dengan terus mengintensifkan pengawasan melalui inspeksi mendadak (sidak) ke dapur-dapur SPPG.
Dalam rangka memastikan kualitas pelaksanaan di lapangan, Risma pun turun langsung meninjau operasional SPPG Ketitang Wetan I, Kecamatan Batangan, sejak dini hari. "Kami persiapan jam 5 pagi sidak di SPPG Ketitang Wetan I Kecamatan Batangan Kabupaten Pati ini milik Yayasan Mosya Selalu Berkah," ujar Risma.
Baca Juga: Lewat Program MBG, Budidaya Lele di Blora Jadi Motor Gizi dan Ekonomi
Dia menjelaskan, dapur tersebut menjadi salah satu unit percontohan di Kabupaten Pati dengan fasilitas yang telah memenuhi standar. Dalam kunjungannya, dia juga mencicipi langsung menu yang disajikan kepada penerima manfaat.
"Jadi SPPG ini adalah salah satu SPPG percontohan di Kabupaten Pati. Semua fasilitasnya sudah standar. Tadi kami juga sudah mencoba menunya. Hari ini tadi menu asam-asam daging di SPPG Ketintang Wetan I," katanya.
Seiring dengan perluasan program, jumlah SPPG di Kabupaten Pati terus bertambah dan menjangkau ratusan ribu penerima manfaat. Saat ini, sudah berjalan sekitar 156 SPPG di Kabupaten Pati yang melayani 314.000 siswa, dan sekitar 54 yang lain masih persiapan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








