Perlintasan Sebidang Masalah Klasik Kecelakaan Kereta Api, DPR Minta Penanganan Serius

AKURAT.CO Masih banyaknya perlintasan sebidang ilegal menjadi salah satu penyebab kecelakaan kereta api (KA). Salah satunya tragedi KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Anggota Komisi V DPR, Sudjatmiko, mengatakan, kecelakaan yang menewaskan 16 orang tersebut bermula dari insiden di perlintasan sebidang yang tidak dijaga.
"Perlintasan sebidang ilegal dan tidak dijaga masih banyak. Ini menjadi masalah klasik yang belum terselesaikan hingga sekarang," ujarnya, dalam diskusi bersama Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP), di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Dia menjelaskan, insiden bermula dari KRL Commuter Line menabrak sebuah taksi di perlintasan sekitar pukul 20.40 WIB, yang kemudian memicu kecelakaan lanjutan antara rangkaian KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.
Menurut Sudjatmiko, pemerintah sebenarnya telah merencanakan pembangunan perlintasan tidak sebidang seperti flyover dan underpass di sejumlah titik rawan, termasuk di wilayah Bekasi.
Baca Juga: Kecelakaan KRL di Bekasi Timur Jadi Alarm Lemahnya Sistem Keselamatan Perkeretaapian
Namun, realisasinya masih terkendala pembebasan lahan dan koordinasi anggaran.
Sebagai solusi, Komisi V DPR mendorong percepatan program nasional pembangunan 1.800 perlintasan tidak sebidang yang akan didanai pemerintah pusat.
Selain itu, ia juga mengusulkan langkah jangka pendek seperti penempatan penjaga bersertifikat, peningkatan rambu dan sinyal, serta penguatan pengawasan di titik rawan kecelakaan.
Sudjatmiko menegaskan bahwa pembenahan perlintasan menjadi kunci penting dalam menekan angka kecelakaan kereta api di Indonesia.
"Kalau persoalan perlintasan ini tidak diselesaikan, maka potensi kecelakaan akan terus berulang," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









