Akurat Logo

Perlintasan Sebidang Masalah Klasik Kecelakaan Kereta Api, DPR Minta Penanganan Serius

Putri Dinda Permata Sari | 30 April 2026, 16:32 WIB
Perlintasan Sebidang Masalah Klasik Kecelakaan Kereta Api, DPR Minta Penanganan Serius
Anggota Komisi V DPR, Sudjatmiko, menyebut masih banyak kendala pembebasan lahan dan koordinasi anggaran untuk menangani perlintasan sebidang jalur kereta api. Foto: Akurat.co/Sopian

AKURAT.CO Masih banyaknya perlintasan sebidang ilegal menjadi salah satu penyebab kecelakaan kereta api (KA). Salah satunya tragedi KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

Anggota Komisi V DPR, Sudjatmiko, mengatakan, kecelakaan yang menewaskan 16 orang tersebut bermula dari insiden di perlintasan sebidang yang tidak dijaga.

"Perlintasan sebidang ilegal dan tidak dijaga masih banyak. Ini menjadi masalah klasik yang belum terselesaikan hingga sekarang," ujarnya, dalam diskusi bersama Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP), di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Dia menjelaskan, insiden bermula dari KRL Commuter Line menabrak sebuah taksi di perlintasan sekitar pukul 20.40 WIB, yang kemudian memicu kecelakaan lanjutan antara rangkaian KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.

Menurut Sudjatmiko, pemerintah sebenarnya telah merencanakan pembangunan perlintasan tidak sebidang seperti flyover dan underpass di sejumlah titik rawan, termasuk di wilayah Bekasi.

Baca Juga: Kecelakaan KRL di Bekasi Timur Jadi Alarm Lemahnya Sistem Keselamatan Perkeretaapian

Namun, realisasinya masih terkendala pembebasan lahan dan koordinasi anggaran.

Sebagai solusi, Komisi V DPR mendorong percepatan program nasional pembangunan 1.800 perlintasan tidak sebidang yang akan didanai pemerintah pusat.

Selain itu, ia juga mengusulkan langkah jangka pendek seperti penempatan penjaga bersertifikat, peningkatan rambu dan sinyal, serta penguatan pengawasan di titik rawan kecelakaan.

Sudjatmiko menegaskan bahwa pembenahan perlintasan menjadi kunci penting dalam menekan angka kecelakaan kereta api di Indonesia.

"Kalau persoalan perlintasan ini tidak diselesaikan, maka potensi kecelakaan akan terus berulang," katanya.

Baca Juga: Mengapa Gerbong Wanita Ada di Ujung KRL? Ini Alasan Resmi, Manfaat, dan Pro Kontra Usai Kecelakaan Bekasi

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.