Akurat Logo

Antisipasi Kecelakaan Kereta Api, Sistem Visual Masinis Perlu Ditingkatkan

Putri Dinda Permata Sari | 30 April 2026, 17:48 WIB
Antisipasi Kecelakaan Kereta Api, Sistem Visual Masinis Perlu Ditingkatkan
Anggota Komisi V DPR, Sudjatmiko, dalam diskusi bersama Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP), Kamis (30/4/2026). Foto: Akurat.co/Sopian

AKURAT.CO Diperlukan peningkatan sistem visual bagi masinis sebagai langkah krusial dalam mencegah kecelakaan kereta kereta api.

Hal itu dikatakan Anggota Komisi V DPR, Sudjatmiko, terkait kecelakaan KA Argo Bromo dengan KRL Commuter Line yang mengakibatkan 16 orang meninggal dunia di Stasiun Bekasi Timur.

Dalam diskusi publik bersama Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (30/4/2026), Sudjatmiko menyebut bahwa pemanfaatan teknologi pemantauan visual harus jadi bagian penting dalam sistem keselamatan perkeretaapian.

"Ke depan, masinis harus bisa melihat kondisi hingga satu-dua kilometer ke depan melalui sistem monitor yang terhubung CCTV. Ini penting untuk mengantisipasi kondisi darurat," ujarnya.

Sudjatmiko menjelaskan, kecelakaan yang melibatkan KRL rute Kampung Bandan-Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek, pada Senin (27/4/2026) lalu, menunjukkan perlunya peningkatan kemampuan deteksi dini oleh masinis di lapangan.

Baca Juga: Kecelakaan KRL di Bekasi Timur Jadi Alarm Lemahnya Sistem Keselamatan Perkeretaapian

Dengan dukungan sistem visual yang terintegrasi, masinis dapat lebih cepat merespons potensi bahaya. Termasuk hambatan di jalur atau gangguan operasional lainnya.

Selain teknologi visual, Sudjatmiko juga menekankan pentingnya pembenahan menyeluruh sistem keselamatan. Mulai dari persinyalan, komunikasi antarkereta, hingga manajemen lalu lintas yang terintegrasi.

Namun, ia menegaskan bahwa peningkatan teknologi bagi masinis harus menjadi prioritas, mengingat peran mereka sebagai garda terdepan dalam pengoperasian kereta.

"Kereta api sebenarnya termasuk moda transportasi paling aman setelah pesawat. Tapi kalau sistemnya tidak diperbaiki secara menyeluruh, potensi kecelakaan tetap tinggi," katanya.

Sudjatmiko berharap momentum pascakecelakaan ini dimanfaatkan untuk mempercepat adopsi teknologi keselamatan modern. Sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Baca Juga: Mengapa Gerbong Wanita Ada di Ujung KRL? Ini Alasan Resmi, Manfaat, dan Pro Kontra Usai Kecelakaan Bekasi

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.