Akurat Logo

Menko PM: KUR dan Kredit UMKM Tumbuh Positif, Pemerintah Terus Perkuat Akses Permodalan dan Pasar

Moehamad Dheny Permana | 5 Mei 2026, 07:46 WIB
Menko PM: KUR dan Kredit UMKM Tumbuh Positif, Pemerintah Terus Perkuat Akses Permodalan dan Pasar
Menko PM, Muhaimin Iskandar, bersama Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas Menteri di Mbloc Space, Jakarta, Senin (4/5/2026). Foto: Kemenko PM

AKURAT.CO Perkembangan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan bagi UMKM menunjukkan tren yang sangat positif.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, menyebut hal itu menjadi indikator penting dalam upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil.

"Alhamdullilah, kesimpulannya KUR dan perkreditan umumnya untuk UMKM sangat positif perkembangannya. Dan Pak Menteri UMKM terus bekerja keras untuk mengoptimalkan KUR dan berbagai kredit itu sehingga benar-benar bermanfaat langsung kepada para pelaku UMKM," jelasnya, usai Rapat Terbatas Menteri (RTM) di Mbloc Space, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Menurut Menko PM, pemerintah akan terus meningkatkan kualitas penyaluran kredit. Agar tidak hanya terserap secara angka tetapi juga berdampak nyata terhadap pertumbuhan usaha dan penciptaan lapangan kerja.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, di antaranya risiko kredit macet serta belum optimalnya akses pasar bagi pelaku UMKM.

Baca Juga: Bukti Kehadiran Negara, Menko PM Serahkan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan untuk Korban Kecelakaan Kereta

Oleh karena itu, pemerintah akan terus menyiapkan kondisi pasar yang lebih kondusif agar produk UMKM mampu terserap dengan baik.

"Kita tidak ingin pelaku UMKM terjebak pada kredit macet. Karena itu, selain pembiayaan, kita juga harus memastikan pasar tersedia dan aksesnya terbuka luas," kata Menko PM.

Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah juga menegaskan komitmen untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif di desa, termasuk sektor pariwisata dan usaha berbasis kearifan lokal.

Penguatan ekonomi kreatif desa dinilai sebagai strategi penting untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Sementara itu, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menjelaskan bahwa tren alokasi kredit perbankan untuk sektor UMKM dalam satu dekade terakhir terus mengalami peningkatan signifikan.

Baca Juga: Menko PM: Program MBG Jadi Penggerak Ekonomi Lokal dari Desa hingga Nasional

Pada 2025, total kredit yang disalurkan ke sektor UMKM mencapai sekitar Rp1.487 triliun, dengan realisasi KUR sebesar Rp270 triliun.

Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan pembiayaan tidak hanya diukur dari besaran kredit yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha dalam memasarkan produknya.

"Pengalokasian kredit kepada sektor UMKM tidak bisa hanya sekedar dilihat dari jumlahnya. Karena ada beberapa kondisi pada saat kita bantu UMKM dari sisi pembiayaan sehingga bisa produksi barang, tapi barangnya tidak bisa dijual ke pasar. Dampaknya terjadi kredit macet," jelas Menteri UMKM.

Ia menambahkan bahwa derasnya arus barang impor menjadi salah satu tantangan bagi produk UMKM dalam menembus pasar domestik.

Oleh karena itu, Kementerian UMKM terus mendorong strategi yang mengintegrasikan aspek pembiayaan dengan penguatan pasar, agar pelaku usaha tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang secara berkelanjutan.

Baca Juga: Menko PM Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Lokal dan Ciptakan Kemandirian

Melalui sinergi kebijakan yang kuat antara pembiayaan, akses pasar dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis UMKM Indonesia akan semakin berdaya dan mampu menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.