Akurat Logo

Megawati Bahas Kerja Sama Kesehatan dengan Dubes Kuba, Singgung Vaksin Halal hingga Obat Kanker

Putri Dinda Permata Sari | 19 Mei 2026, 09:07 WIB
Megawati Bahas Kerja Sama Kesehatan dengan Dubes Kuba, Singgung Vaksin Halal hingga Obat Kanker
Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzalez Grau. Foto: PDIP

AKURAT.CO Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzalez Grau, di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan kerja sama di bidang kesehatan. Termasuk peluang kolaborasi antara Kuba dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan vaksin halal, obat kanker, hingga riset.

Megawati, yang juga Ketua Dewan Pengarah BRIN, didampingi Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto; Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah; serta Direktur Hubungan Luar Negeri PDIP, Hanjaya Setiawan.

Hasto mengatakan, pembahasan kerja sama kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan tersebut.

"Selain kerja sama dengan BRIN di bidang kesehatan, khususnya mengembangkan obat kanker dan juga vaksin halal serta obat-obatan, juga mendorong terwujudnya kerja sama dengan Kementerian Kesehatan," jelasnya.

Baca Juga: Megawati Bertemu Dubes Australia, dari Bincang Santai hingga Bahas Dinamika Geopolitik

Menurut Hasto, pihak Kuba juga berharap dapat menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Indonesia, seperti RS Harapan Kita dan RS Pusat Otak Nasional.

"Kepada Dubes Kuba, Ibu Megawati mengatakan, kesehatan penting sekali untuk rakyat sehingga ketika saat menjabat presiden berinisiatif membangun RS PON,” ujarnya.

Selain membahas sektor kesehatan, Dubes Kuba juga memaparkan kondisi ekonomi Kuba yang menghadapi tekanan berat akibat kebijakan Amerika Serikat.

Hasto menjelaskan, Kuba mengalami krisis energi dan listrik yang berdampak pada sektor pariwisata sebagai salah satu penopang utama ekonomi negara tersebut.

Dubes Kuba menyebut pembatasan pengiriman bahan bakar dan jalur pelayaran oleh AS turut mempersempit ruang gerak perekonomian Kuba.

Baca Juga: Rusia Siapkan Peringatan 125 Tahun Bung Karno, Megawati Kenang Hubungan Erat RI-Uni Soviet

Menanggapi hal itu, Megawati menekankan pentingnya solidaritas antarnegara merdeka dan berdaulat. Termasuk perjuangan melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam pertemuan tersebut, Megawati juga bernostalgia mengenai kunjungannya ke Kuba di tahun 2011.

"Ibu Mega bernostalgia ketika berkunjung ke Kuba, melihat secara langsung pabrik cerutu. Ternyata ada insentif bagi pekerja yang bisa mencapai target kemudian ketika ada produksi lebih dari target maka kelebihan itu menjadi hak pekerja tersebut," ujar Hasto.

Dubes Kuba turut menjelaskan program pemberantasan buta huruf yang telah diterapkan di sekitar 30 negara dan menjangkau lebih 10 juta orang.

Sebagai penutup pertemuan, Dubes Kuba menyerahkan buket bunga mawar, parfum berbahan bunga Mariposa Putih yang merupakan bunga nasional Kuba, serta cerutu khas Kuba kepada Megawati.

Baca Juga: Megawati: Perjuangan Buruh Jadi Bagian dari Arah Kemandirian Bangsa

Sementara, Megawati memberikan cendera mata berupa miniatur Candi Borobudur dan satu set cangkir tradisional Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.