Akurat Logo

Program Cek Kesehatan Gratis Diperluas, Wamenkes Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Penyakit

Ayu Rachmaningtyas | 20 Mei 2026, 17:13 WIB
Program Cek Kesehatan Gratis Diperluas, Wamenkes Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Penyakit
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono saat meninjau Program Cek Kesehatan Gratis bagi mitra pengemudi Gojek di kantor GoTo Bandung, Jawa Barat.

AKURAT.CO Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam menjaga kesehatan.

Menurut dia, kesehatan seharusnya dijaga melalui deteksi dini, bukan hanya diobati ketika penyakit sudah muncul.

Hal itu disampaikan Dante saat menghadiri perluasan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi mitra pengemudi Gojek di kantor GoTo Bandung, Jawa Barat.

Program hasil kolaborasi Kementerian Kesehatan dan Gojek tersebut akan menyasar 17 kota di Indonesia sepanjang Februari hingga Desember 2026 sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif pemerintah dalam mendeteksi penyakit sejak dini.

“Kolaborasi dengan pihak swasta memungkinkan layanan kesehatan hadir lebih dekat dengan masyarakat, termasuk mitra pengemudi yang memiliki mobilitas tinggi,” kata Dante dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Program CKG komunitas GoTo sendiri telah berjalan sejak 2025. Hingga April 2026, sebanyak 1.141 peserta telah mengikuti layanan tersebut di Jakarta dan Palembang.

Baca Juga: Tren Foto Ala Drama Cina Ramai di PIK 2, Pengunjung Bisa Tampil Bak Tokoh Dracin dengan Hanfu

Pada Mei 2026, cakupan program diperluas ke Bandung, Semarang, Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya dengan target menjangkau 4.000 peserta.

Dalam kegiatan di Bandung, para mitra pengemudi mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang cukup lengkap, mulai dari pemeriksaan fisik, tekanan darah, gula darah, profil lipid, hingga pemeriksaan mata, gigi, dan telinga.

Selain itu, peserta dengan faktor risiko tertentu juga memperoleh layanan tambahan seperti pemeriksaan EKG, SADANIS untuk perempuan, konsultasi dokter, hingga pemberian obat untuk diabetes dan hipertensi.

“Peserta dengan kategori tertentu langsung mendapatkan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan,” ujar Dante.

Ia menegaskan, hasil pemeriksaan peserta akan ditindaklanjuti secara terintegrasi.

Mitra pengemudi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) sesuai kepesertaan BPJS Kesehatan.

Peserta kategori hijau akan mendapatkan edukasi mengenai pola hidup sehat, sedangkan peserta kategori kuning dan merah langsung memperoleh tindakan medis tanpa biaya.

Sementara itu, Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyatakan dukungan penuh perusahaan terhadap peningkatan akses layanan kesehatan bagi mitra pengemudi.

“Mitra pengemudi adalah bagian penting dari ekosistem kami. Fasilitasi ini merupakan langkah nyata untuk memastikan mereka memiliki akses kesehatan yang mudah dijangkau,” kata Hans.

Kementerian Kesehatan menargetkan Program Cek Kesehatan Gratis secara nasional dapat menjangkau hingga 130 juta masyarakat Indonesia sepanjang 2026.

Baca Juga: Sinopsis Film U.S. Marshals, Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini, 20 Mei 2026

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.