Akurat Logo

Sekeluarga Tewas Saat Berlibur di Kledung Temanggung, Diduga Akibat Keracunan

Nurma Nafisa Faradilla | 29 Mei 2026, 16:33 WIB
Sekeluarga Tewas Saat Berlibur di Kledung Temanggung, Diduga Akibat Keracunan
Ilustrasi area camping. (OpenAi)

AKURAT.CO Warga digegerkan dengan penemuan empat anggota keluarga yang meninggal dunia saat berlibur di kawasan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Peristiwa tragis tersebut diduga berkaitan dengan keracunan saat mereka menginap di lokasi wisata.

Polres Temanggung kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menduga korban mengalami keracunan makanan atau terpapar gas hasil pembakaran di dalam tenda.

Kronologi Penemuan Satu Keluarga Tewas di Temanggung

Empat korban diketahui merupakan satu keluarga asal Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Mereka masing-masing berinisial MHM (52), M (43), AEH (17), dan BAH (21).

Baca Juga: Transjakarta Perpanjang Operasional Rute T31 PIK2–Blok M Selama Java Jazz Festival 2026

Kasus ini terungkap setelah para korban ditemukan meninggal dunia saat berada di kawasan wisata Kledung, Temanggung. Polisi kemudian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal untuk mengetahui penyebab kejadian.

Petugas menemukan sejumlah perlengkapan memasak di sekitar lokasi, termasuk kompor gas portabel dan tungku tanah liat untuk pembakaran briket.

Polisi Selidiki Dugaan Keracunan

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung menyebut ada dua dugaan sementara terkait penyebab kematian korban.

Pertama, korban diduga mengalami keracunan makanan dari bahan yang dikonsumsi saat berada di lokasi wisata. Kedua, korban diduga terpapar gas hasil pembakaran yang berasal dari alat masak atau briket di area tenda.

Untuk memastikan penyebabnya, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik dan autopsi dari tim dokter.

Hasil Autopsi dan Pemeriksaan Forensik

Proses autopsi telah dilakukan pada Kamis, 28 Mei 2026. Namun, dari empat korban, hanya satu jenazah berinisial AEH yang menjalani autopsi lengkap atas persetujuan pihak keluarga.

Korban AEH dipilih karena dinilai memiliki kondisi tubuh paling sehat dan diketahui merupakan seorang atlet.

Baca Juga: Eksel Runtukahu: Dipanggil ke Timnas Indonesia, Mimpi Saya Terwujud

Hasil lengkap autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik diperkirakan baru keluar dalam waktu dua hingga lima hari ke depan. Pemeriksaan dilakukan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan bersama Direktorat Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah.

Barang Bukti yang Diamankan Polisi

Dalam proses penyelidikan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian untuk diperiksa lebih lanjut.

Barang bukti tersebut meliputi:

  • Lima unit telepon seluler

  • Satu unit mobil

  • Satu kamera

  • Kompor gas portabel

  • Tungku tanah liat pembakaran briket

Selain itu, polisi juga menyita sisa makanan berupa daging, sosis, sayuran, dan nasi putih yang diduga dimasak sebelum kejadian.

Saat ditemukan, seluruh peralatan memasak diketahui sudah dalam kondisi tidak menyala.

Kondisi Tenda Saat Korban Ditemukan

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan pintu tenda dan ventilasi di sisi kanan serta kiri dalam keadaan tertutup rapat.

Di dalam tenda hanya terdapat dua kasur dan kantong tidur milik para korban. Petugas juga tidak menemukan bekas muntahan maupun tanda-tanda kekerasan lainnya di lokasi kejadian.

Kondisi ventilasi yang tertutup rapat menjadi salah satu faktor yang kini didalami penyidik terkait kemungkinan adanya paparan gas berbahaya di dalam tenda.

Baca Juga: Jalan Amblas di Lenteng Agung Sebabkan Macet Parah, Ini Rute Alternatif ke Depok

Hingga kini, penyidik telah memeriksa empat saksi dari pihak pengelola tempat wisata untuk mendalami kasus tersebut.

Polisi masih terus mengumpulkan keterangan dan menunggu hasil laboratorium forensik guna memastikan penyebab pasti kematian empat anggota keluarga tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggunakan alat pembakaran atau memasak di area tertutup selama berlibur maupun berkemah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.