Teknis Pembelajaran Bahasa Prancis di Sekolah Bakal Diatur Kemdikdasmen

AKURAT.CO Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menanggapi arahan Presiden Prabowo Subianto yang telah menginstruksikan penguatan pembelajaran bahasa Prancis di berbagai jenjang pendidikan di Indonesia.
Nantinya, pengaturan teknis terkait rencana perluasan pembelajaran bahasa Prancis di sekolah menjadi kewenangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).
"Dan karena itu bagaimana pengaturan teknisnya nanti harus kembali kepada Dikdasmen," kata Qodari dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Senin (1/6/2026).
Baca Juga: DPR Pertanyakan Wacana Bahasa Prancis Masuk Sekolah, Kemendikdasmen Bakal Dipanggil
Menurutnya, penguasaan bahasa asing merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.
Pembelajaran bahasa asing di sekolah tidak harus terbatas pada satu bahasa tertentu. Selama ini, sejumlah sekolah juga telah memberikan pilihan bahasa asing lain selain Bahasa Inggris.
Dia menilai, bahasa-bahasa yang disinggung Presiden Prabowo merupakan bahasa internasional yang memiliki peran penting dalam mendukung interaksi global, pendidikan, maupun kerja sama antarnegara.
Baca Juga: Pulang dari Prancis, Prabowo Bawa Kesepakatan Rp57 Triliun dan Kemitraan Strategis Baru
"Jadi saya kira bahasa-bahasa yang disebut oleh Presiden kan bahasa-bahasa internasional," ucapnya.
Sebelumnya, Prabowo saat kunjungan kenegaraan ke Prancis menyampaikan keinginan untuk memperluas pembelajaran bahasa Prancis di Indonesia sebagai bagian dari penguatan kerja sama pendidikan antara kedua negara.
Pemerintah menilai, penguasaan bahasa asing akan membantu mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan dan peluang di era globalisasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








