Akurat Logo

BGN Wajibkan SPPG Salurkan 300 porsi ke Ibu Hamil hingga Balita

Ayu Rachmaningtyas | 2 Juni 2026, 16:00 WIB
BGN Wajibkan SPPG Salurkan 300 porsi ke Ibu Hamil hingga Balita
Ilustrasi SPPG tengah menyiapkan menu MBG.

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) mendesak agar aturan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mendistribusikan makanan bergizi gratis minim untuk 300 penerima manfaat kelompok 3B (Bumil, Busui, dan Balita), agar segera dipatuhi.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, mengatakan jika hingga hari ini (2/6/2026) SPPG tidak menunjukkan data pemberian MBG pada kelompok 3B, makan SPPG tersebut akan dihentikan sementara.

"Apabila sampai tanggal 2 Juni 2026 SPPG tidak bisa menunjukkan data pemberian MBG kepada kelompok 3B, maka SPPG itu akan di-suspend mayor (tanpa insentif) dan Kepala SPPG-nya akan mendapatkan peringatan keras," kata Nanik dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga: Marak Penipuan Titik SPPG, BGN Tekankan Pendaftaran Hanya Lewat Situs Resmi

Dia mengungkapkan, berbagai masukan dari masyarakat serta pejabat di daerah, berbagai hasil inspeksi mendadak (sidak), serta pemantauan berbagai peristiwa yang dialami oleh banyaknya peristiwa yang menonjol akan menjadi dasar BGN untuk melakukan suspend ribuan SPPG di berbagai wilayah di Indonesia. 

"Terhitung sejak program MBG dimulai pada tanggal 6 Januari 2025 sampai tanggal 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang saat ini sudah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG sudah pernah di-suspend," jelasnya.

Di wilayah I meliputi Pulau Sumatera, dari 5.968 SPPG yang sudah beroperasi, saat ini ada 148 SPPG yang masih di-suspend. Sebanyak 10 SPPG di-suspend akibat kejadian menonjol, sedangkan 138 SPPG di-suspend akibat permasalahan infrastruktur, manajemen organisasi, dan mutu gizi.

Sementara itu sebanyak 610 SPPG yang semula di-suspend sudah beroperasi kembali. Maka, dari wilayah I, total sebanyak 758 SPPG telah di-suspend.

Di Wilayah II meliputi Pulau Jawa, dari 16.594 SPPG yang sudah beroperasi, saat ini ada 1.666 SPPG yang masih di-suspend. Sebanyak 61 SPPG di-suspend akibat kejadian menonjol, sedangkan 1.605 SPPG di-suspend akibat permasalahan infrastruktur, manajemen organisasi, dan mutu gizi.

Baca Juga: 1.152 SPPG yang Disuspend Masih dalam Proses Pembenahan dan Penyesuaian SOP

Adapun 1.800 SPPG yang semula sudah di-suspend, kini telah beroperasi kembali. "Jadi dari wilayah II, total sebanyak 3.466 SPPG telah di-suspend," kata Nanik.

Sedangkan di Wilayah III meliputi Pulau Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua, dari 4.646 SPPG yang sudah beroperasi, saat ini ada 399 SPPG yang masih di-suspend.

Sebanyak 25 SPPG di-suspend akibat kejadian menonjol, sedangkan 374 SPPG di-suspend akibat permasalahan infrastruktur, manajemen organisasi dan mutu gizi. Sementara itu, sebanyak 3.559 SPPG yang semula sudah di-suspend, kini telah beroperasi kembali. Karena itu, dari Wilayah III, total sebanyak 3.959 SPPG telah di-suspend.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.