Wapres Gibran Dukung Pelestarian Budaya Asmat dan Program Sekolah Lapang Sagu

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, menerima audiensi Yayasan Widya Cahaya Nusantara di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya yang tengah dijalankan di Kabupaten Asmat, Papua Selatan.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pengembangan Museum Asmat sebagai pusat pelestarian warisan budaya serta Sekolah Lapang Sagu yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Bendahara Yayasan Widya Cahaya Nusantara, Evy Tjahyono, mengatakan Wapres memberikan dukungan penuh terhadap upaya menjaga tradisi seni pahat masyarakat Asmat yang selama ini telah dikenal hingga mancanegara.
“Wapres sangat mendukung, dan memang harus dilakukan supaya budaya memahat itu tidak hilang. Ini merupakan harta karun bangsa Indonesia yang harus dipelihara dan dipertahankan,” ujar Evy usai pertemuan.
Menurutnya, Museum Asmat diharapkan tidak hanya menjadi pusat dokumentasi karya seni, tetapi juga sarana edukasi untuk menjaga keberlanjutan tradisi masyarakat Asmat.
Selain pelestarian budaya, Gibran juga menyambut baik program Sekolah Lapang Sagu yang dirancang untuk meningkatkan kemandirian masyarakat melalui pendampingan di bidang pertanian dan perikanan.
Baca Juga: Kantongi Dukungan Mayoritas Daerah, Bendum Golkar Sari Yuliati Maju Caketum Kosgoro 1957
“Dengan program Sekolah Lapang Sagu, masyarakat yang sebelumnya hidup sebagai peramu mulai diajarkan bercocok tanam dan memelihara ikan. Sekarang mereka sudah mulai merasakan manfaatnya,” kata Evy.
Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Yayasan Widya Cahaya Nusantara juga menyampaikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi masyarakat Asmat, terutama di bidang kesehatan.
Menanggapi hal tersebut, Wapres memberikan perhatian khusus terhadap percepatan penanganan stunting, peningkatan sanitasi, serta pengendalian malaria.
“Pak Wapres sangat berharap persoalan stunting, kebersihan, dan malaria di Asmat dapat ditangani dengan lebih baik agar kesehatan masyarakat semakin meningkat,” ujar Evy.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Yayasan Widya Cahaya Nusantara Brunoto Suwandrei Arifin, PIC Proyek Sekolah Lapang Sagu A. Cahyo Suryanto, PIC Proyek Museum Asmat Varani Kosasih, R.B. Heru Sasongko, serta mahasiswa binaan yayasan asal Suku Asmat, Kaletus Sakaro.
Program-program yang dijalankan Yayasan Widya Cahaya Nusantara sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan berbasis pelestarian budaya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah.
Baca Juga: Lewat Film Suamiku Lukaku, NasDem Gaungkan Perlawanan Kekerasan pada Perempuan dan Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










