Polri Dilibatkan dalam Program Pangan, Kapolri: Tugas Kita Mendukung Kebijakan Strategis

AKURAT.CO Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menjelaskan keterlibatan Polri dalam urusan pangan dan gizi yang diatur dalam Undang-Undang Polri, berkaitan dengan dukungan terhadap program strategis nasional yang menjadi prioritas pemerintah.
Menurutnya, ketahanan dan swasembada pangan saat ini menjadi perhatian utama Presiden sehingga seluruh elemen negara, termasuk Polri, didorong untuk mendukung pencapaiannya.
"Kita melihat bahwa ada tugas-tugas kita untuk bisa mendukung program-program dan kebijakan strategis untuk kepentingan nasional," kata Sigit, usai pengesahan revisi UU Polri, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Baca Juga: Presiden Berwenang Perpanjang Masa Dinas Kapolri Sesuai Kebutuhan Organisasi
Pemerintah tengah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan dan mewujudkan kemandirian nasional, dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Swasembada pangan, apalagi dalam situasi seperti sekarang ini, tentunya menjadi perhatian Bapak Presiden. Bagaimana beliau ingin menghilangkan ketergantungan terhadap impor dan bagaimana ke depan Indonesia bisa mandiri," ujarnya.
Baca Juga: UU Polri, Kapolri Bisa Menjabat Lebih Lama dari Usia Pensiun Sesuai Keputusan Presiden
Karena itu, Presiden Prabowo Subianto menginginkan Polri turut berkontribusi dalam program-program yang dinilai strategis bagi kepentingan nasional, termasuk di sektor pangan.
Sementara itu, Wakil Menteri Hukum, Edward Omar Sharif Hiariej, menjelaskan bahwa keterlibatan Polri dalam bidang tertentu juga berkaitan dengan fungsi pelayanan yang melekat pada institusi kepolisian.
"Fungsi Polri yang berlaku di dunia itu kan to protect and to serve, melindungi dan melayani," kata Eddy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








