Percepat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Nasional, Menteri Ekraf Jajaki Kolaborasi dengan Youtube dan Google

AKURAT.CO Dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif nasional melalui penguatan talenta digital, monetisasi karya kreatif, dan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) yang bertanggung jawab, Kementerian Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan Youtube dan Google Indonesia dalam pengembangan ekosistem kreator digital.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, mengatakan, Youtube dan Google merupakan platform sekaligus mitra strategis di Indonesia.
Kehadiran keduanya membantu talenta kreatif tidak hanya dalam menghasilkan karya tetapi juga membangun bisnis berkelanjutan, memperluas pasar, serta membuka lapangan kerja.
"Ekonomi kreatif Indonesia harus menjadi the new engine of growth yang memberdayakan kreator digital, mempromosikan konten lokal dalam skala global, dan mendorong inovasi melalui teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan," ujarnya di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Menurut Teuku Riefky, arah kebijakan melalui Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045, akan memperluas cakupan subsektor ekonomi kreatif dari 17 menjadi 21. Termasuk penguatan subsektor teknologi baru AI, blockchain, internet of things, Web3, cyber security dan konten digital seperti konten kreator, affiliator, dan live commerce.
Baca Juga: Lindungi Pelaku Ekonomi Kreatif, Kementerian Ekraf Susun Nota Kesepahaman dengan Kejagung
Karena itu, pihaknya membuka peluang kolaborasi Youtube dan Kementerian Ketenagakerjaan melalui program pelatihan vokasi, pengembangan kurikulum bersama, hingga sertifikasi kompetensi. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan talenta digital yang siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan industri kreatif.
"Kementerian Ekraf ingin menghadirkan program berkelanjutan yang lebih konkret dan terukur. Ketika pelatihan, sertifikasi dan kebutuhan industri kreatif dipertemukan, maka ekonomi kreatif dapat menjadi solusi nyata dalam menciptakan kesempatan kerja sekaligus meningkatkan daya saing kreator Indonesia ke tingkat global," jelasnya.
Kolaborasi tersebut melanjutkan kerja sama yang telah terjalin sebelumnya. Pada tahun lalu, Kementerian Ekraf bersama Google Asia Pacific meluncurkan Program Google Play x Unity Game Developer Training untuk memperkuat kapasitas pengembang gim Indonesia.
Untuk itu, Kementerian Ekraf menjajaki kolaborasi strategis dengan Youtube dan Google Indonesia dalam pengembangan ekosistem kreator digital.
Sementara itu, Kepala Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik Youtube Asia Tenggara, Danny Ardianto, mengatakan, pihaknya menyediakan platform yang dinamis bagi sektor bisnis dan kreator Indonesia untuk terhubung dengan audiens lokal dan global, meningkatkan PDB, serta menciptakan peluang kerja sembari menumbuhkan ekonomi digital.
Baca Juga: Gibran Dorong Industri Gim Jadi Pilar Baru Ekonomi Kreatif Nasional
Para usahawan kreatif ini membuat video untuk miliaran orang yang mengandalkan platform Youtube untuk konten hiburan, edukasi, dan budaya setiap bulannya.
"Melalui Youtube Partner Program, pengiklan menggunakan Youtube untuk menjangkau audiens dari para kreator. Selanjutnya, Youtube membagi mayoritas pendapatan yang dihasilkan dari iklan dengan kreator. Kini, ada banyak cara bagi kreator untuk melakukan monetisasi, termasuk di antaranya dari interaksi penggemar," jelasnya.
"Melalui inovasi tersebut, kami ingin terus membuka kesempatan luas bagaimana produksi konten atau kreativitas berkembang dari sisi kreator, musisi, dan pegiat industri kreatif Indonesia lainnya agar dapat membangun audiens, menciptakan nilai ekonomi, dan menjangkau penonton dunia," Danny menambahkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








