Akurat Logo

Indo Livestock Jadi Instrumen Diplomasi Ekonomi Peternakan Indonesia di Hadapan Dunia

Siti Nur Azzura | 18 Juni 2026, 15:05 WIB
Indo Livestock Jadi Instrumen Diplomasi Ekonomi Peternakan Indonesia di Hadapan Dunia
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda.

AKURAT.CO Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan sektor peternakan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, pembangunan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat pedesaan.

Data menunjukkan bahwa pada triwulan I-2026, subsektor peternakan tumbuh sebesar 11,84 persen dengan nilai PDB mencapai Rp59,4 triliun. Capaian ini adalah pertumbuhan tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

Selain itu, ekspor komoditas peternakan juga terus meningkat. Sepanjang tahun 2025, nilai ekspor peternakan telah mencapai Rp23,6 triliun dengan pertumbuhan lebih dari 10 persen volume ekspornya.

Baca Juga: Indo Livestock 2026 Jadi Wadah Strategis Perkuat Kolaborasi industri Peternakan dan Pertanian

"Artinya peternakan Indonesia tidak hanya tumbuh di dalam negeri, tetapi juga semakin dipercaya dan mampu berkontribusi di pasar global," kata Agung dalam pembukaan Indo Livestock 2026 Expo & Forum, dikutip Kamis (18/6/2026).

Seiring meningkatnya kebutuhan protein hewani untuk mewujudkan visi Generasi Emas 2045, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan investor guna meningkatkan produksi, memperkuat investasi, serta memperluas akses pasar bagi produk peternakan Indonesia.

Menurutnya, Indo Livestock bukan hanya pameran peternakan berskala internasional, tapi juga instrumen diplomasi ekonomi peternakan Indonesia di hadapan dunia.

"Indo Livestock menjadi tempat bertemunya stakeholder peternakan dari luar negeri dan dalam negeri, menjadi tempat dalam melakukan transaksi bisnis, sekaligus menjadi ruang konsolidasi nasional stakeholder peternakan sehingga diharapkan dapat menjadi booster percepatan modernisasi dunia usaha peternakan dan kesehatan hewan yang pada akhirnya akan berdampak pada Peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB)," kata dia.

Sementara itu, Managing Director PT Napindo Media Ashatama (Napindo), Arya Seta Wiriadipoera, menyampaikan bahwa Indo Livestock 2026 merupakan wujud komitmen Napindo untuk terus menghadirkan platform yang mempertemukan pelaku industri dari berbagai negara dalam satu ekosistem, yang mendukung pertumbuhan sektor peternakan dan industri pendukungnya.

Penyelenggaraan tahun ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan teknologi, tetapi juga sarana untuk memperluas jejaring bisnis, mendorong transfer pengetahuan, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan

"Melalui partisipasi ratusan perusahaan dari berbagai negara, kami berharap penyelenggaraan tahun ini dapat mendorong lahirnya peluang kerja sama, investasi, dan transfer teknologi yang berkontribusi terhadap pengembangan sektor peternakan, kesehatan hewan, pertanian, perikanan, dan akuakultur Indonesia," ujar Arya.

Dengan dukungan dari 51 kementerian, lembaga, asosiasi, dan universitas, Indo Livestock 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai pameran dan forum internasional terdepan bagi industri peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, penyelenggaraan ini diharapkan mampu memperkuat investasi, memperluas peluang perdagangan, mempercepat transfer teknologi, serta mendorong peningkatan daya saing sektor peternakan, kesehatan hewan, pertanian, perikanan, dan akuakultur Indonesia di tingkat global.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.