Akurat Logo

BGN Manfaatkan Libur Sekolah untuk Tata Ulang Pengelolaan Program MBG

Ayu Rachmaningtyas | 19 Juni 2026, 14:55 WIB
BGN Manfaatkan Libur Sekolah untuk Tata Ulang Pengelolaan Program MBG
Wakil Kepala sekaligus Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari.

AKURAT.CO Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan ditiadakan selama libur sekolah. Momentum ini akan dimanfaatkan untuk melakukan penataan kembali tata kelola dan operasional program MBG, guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta standardisasi pelaksanaan program secara nasional.

Kebijakan ini tercantum dalam Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026, tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama periode libur sekolah dalam kerangka pelaksanaan Program MBG Tahun Anggaran 2026.

"Masa libur sekolah menjadi kesempatan bagi BGN untuk melakukan penataan ulang tata kelola program, meningkatkan standar operasional, memperkuat kualitas data, serta memastikan program MBG semakin tepat sasaran dan efektif dalam menjangkau kelompok yang membutuhkan intervensi pemerintah," kata Wakil Kepala sekaligus Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, di Jakarta, dikutip Jumat (19/6/2026).

Baca Juga: Mahasiswa Usai Dampingi Kunker Wapres Gibran: MBG Masih Dibutuhkan di Daerah 3T Tapi Harus Dievaluasi

Sejalan dengan kalender pendidikan nasional, distribusi MBG kepada peserta didik akan menyesuaikan masa libur sekolah yang berlangsung pada 22 Juni hingga 13 Juli 2026. Penyesuaian ini dilakukan sebagai bagian dari upaya optimalisasi operasional dan efisiensi pemanfaatan sumber daya program.

Menurut Arum, selama periode tersebut BGN akan memfokuskan pelaksanaan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG, termasuk aspek kualitas layanan, kapasitas produksi, pemenuhan standar sarana dan prasarana, serta kesesuaian penerima manfaat.

"Penataan ini bukan sekadar efisiensi anggaran, tetapi juga upaya memastikan setiap sumber daya yang dimiliki negara benar-benar memberikan manfaat optimal bagi kelompok yang membutuhkan," katanya.

Selain evaluasi operasional SPPG, BGN juga tengah melakukan pemutakhiran dan penguatan basis data penerima manfaat.

Hingga saat ini, BGN telah melakukan identifikasi terhadap sejumlah sekolah yang dinilai memiliki kemampuan lebih baik dalam memenuhi kebutuhan gizi peserta didiknya secara mandiri. Data tersebut akan menjadi bagian dari proses penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran ke depan.

BGN menegaskan, hasil pemutakhiran data akan digunakan untuk memperkuat fokus program kepada kelompok prioritas. Termasuk anak-anak di wilayah rentan, daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang membutuhkan intervensi gizi.

Baca Juga: Tidak Ada MBG Selama Libur Sekolah

"Kami terus memperbaiki kualitas data karena data yang akurat menjadi dasar utama dalam pengambilan kebijakan. Tujuan akhirnya adalah memastikan bantuan gizi diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," ujarnya.

Dalam proses penataan operasional tersebut, BGN juga akan melakukan evaluasi terhadap seluruh SPPG untuk memastikan kesesuaian dengan standar yang ditetapkan.

Evaluasi mencakup kapasitas layanan, kualitas fasilitas, jangkauan penerima manfaat, serta efektivitas operasional masing-masing SPPG.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.