Akurat Logo

Banyak Dokter Adukan Aksi Perundungan ke Kemenkes, Mayoritas Pelakunya Sejawat Senior

Putri Dinda Permata Sari | 26 Juni 2026, 10:00 WIB
Banyak Dokter Adukan Aksi Perundungan ke Kemenkes, Mayoritas Pelakunya Sejawat Senior
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyebut tenaga medis menghadapi berbagai bentuk tekanan dalam menjalankan profesinya. Foto: Akurat.co/Ayu Rachmaningtyas

AKURAT.CO Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyoroti masih maraknya praktik perundungan yang dialami tenaga medis di Indonesia.

Bahkan, menurutnya, persoalan tersebut menjadi salah satu keluhan yang paling sering disampaikan oleh para dokter kepada Kementerian Kesehatan.

Budi mengungkapkan bahwa tenaga medis menghadapi berbagai bentuk tekanan dalam menjalankan profesinya.

Selain risiko tuntutan hukum dari pasien dan ancaman fisik di wilayah tertentu, perundungan antarsesama tenaga medis juga menjadi persoalan serius yang perlu mendapat perhatian.

"Jadi, yang menarik adalah ada ancaman dari pasien kalau dia tuntut. Ini yang kita mesti jaga dan kita mesti lindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan. Ada ancaman fisik, belum tentu dari pasien, ini juga kita mesti jaga, terutama ini di daerah konflik. Yang paling menarik, ada ancaman pembulian dari sesama teman sejawat, dan ini tinggi," jelasnya, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga: Komisi IX DPR Usul Pakai Teknologi AI untuk Atasi Kekurangan Dokter di Daerah Terpencil

Menurut Budi, praktik perundungan tersebut kerap menimpa dokter yang bertugas atau bekerja di daerah yang berbeda dengan latar belakang pendidikan kedokterannya.

Pada sejumlah kasus, dokter yang berasal dari luar daerah menghadapi tekanan dari lingkungan profesi setempat.

"Ini kita dengar, misal ada satu dokter mau masuk ke daerah lain yang bukan FK-nya dia, oh ditekan di sana. Atau dia masuk mau kerja, ada seniornya, ditekan," ujarnya.

Fenomena tersebut menjadi salah satu bentuk gangguan terbesar yang dirasakan para dokter. Terutama dokter muda yang baru memulai karier atau mereka yang ditugaskan di daerah lain.

Karena itu, Kementerian Kesehatan menilai perlu adanya perlindungan yang lebih kuat bagi tenaga medis, agar dapat menjalankan tugasnya tanpa tekanan maupun intimidasi dari pihak mana pun.

Baca Juga: Pemanfaatan AI Jangan Sampai Alihkan Fokus Utama Atasi Kekurangan Dokter di Daerah Terpencil

"Dan itu adalah merupakan gangguan yang paling banyak yang kita secara sistematis pun harus melindungi. Terutama bagi dokter-dokter muda dan dokter-dokter yang ditugaskan di tempat lain," tutur Budi.

Dia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat perlindungan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan. Sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan profesional di sektor kesehatan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.