Akurat Logo

Wacana MBG untuk Pasien TBC Perlu Dikaji Ulang

Ayu Rachmaningtyas | 26 Juni 2026, 22:53 WIB
Wacana MBG untuk Pasien TBC Perlu Dikaji Ulang
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris.

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menilai, rencana Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan makanan bagi pasien tuberkulosis (TBC) melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dikaji ulang.

Meski demikian, ia mendukung upaya pemerintah memberikan intervensi gizi bagi kelompok rentan, termasuk penderita TBC.

Charles mengatakan skema penyaluran melalui MBG dinilai belum realistis karena menghadapi berbagai kendala teknis, salah satunya tidak semua pasien TBC tinggal di sekitar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Pada prinsipnya saya setuju dengan intervensi gizi bagi masyarakat rentan, termasuk penderita TBC. Tetapi apakah tepat melalui MBG, saya rasa perlu dikaji kembali. Secara teknis ini akan sangat sulit," kata Charles di Kompleks Parlemen, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, pemerintah perlu mencari mekanisme yang lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien TBC.

Ia menilai jaringan puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama lebih memahami kondisi serta kebutuhan masing-masing pasien.

"Jangan semua diselesaikan melalui MBG. Kita sudah memiliki puskesmas di hampir setiap kecamatan dan kelurahan. Tenaga kesehatan di sana lebih mengetahui kebutuhan pasien TBC, baik dari sisi pengobatan maupun intervensi gizinya," ujarnya.

Baca Juga: BKKBN Percepat Perpanjangan Perpres Stunting, Fokus pada Program Lebih Efektif

Charles mendorong Kementerian Kesehatan berkoordinasi dengan dinas kesehatan di daerah agar program dukungan gizi bagi pasien TBC dapat disalurkan melalui fasilitas kesehatan yang telah tersedia.

Ia juga menyoroti potensi persoalan teknis dalam distribusi makanan, termasuk risiko penularan apabila wadah makanan digunakan secara berulang.

"Belum lagi TBC merupakan penyakit yang sangat menular. Perlu dipastikan mekanisme distribusi makanan tidak justru menimbulkan risiko bagi penerima manfaat lainnya," katanya.

Meski mengkritisi skema MBG, Charles menegaskan dukungan gizi bagi penderita TBC tetap penting sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan pasien.

Namun, menurutnya, penyaluran bantuan sebaiknya dilakukan melalui mekanisme layanan kesehatan yang sudah berjalan agar lebih efektif dan tepat sasaran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.