Akurat Logo

Budaya dan Lapangan Kerja dalam Kemasan 'Oleh-oleh Jakarta'

Siti Nur Azzura | 27 Juni 2026, 17:37 WIB
Budaya dan Lapangan Kerja dalam Kemasan 'Oleh-oleh Jakarta'
Maemonah pemilik UMKM Oleh-Oleh Jakarta Mpok Mumun.

AKURAT.CO Membawa buah tangan setelah berkunjung di suatu kota sudah menjadi kebiasaan setiap orang. Souvenir, pakaian, atau cemilan khas kota selalu jadi incaran para pelancong sebagai kenang-kenangan.

Namun di Jakarta, banyak orang yang bertanya apa oleh-oleh yang bisa dibawa. Hal ini pun yang dirasakan Maemonah, ketika teman anaknya bertanya oleh-oleh apa dari Jakarta yang bisa dibawa.

"Anak saya kan sering ke luar negeri. Itu temannya sering nanya, kalau ke Jakarta itu oleh-olehnya apa? Apa ya, kan enggak tahu. Seperti ke Padang kan ada buktinya gitu ya," kata Maemonah.

Baca Juga: UMKM Didorong Lebih Bankable lewat PP 20/2026

Berbekal pertanyaan itu lah, Maemonah bersama anaknya mendirikan toko oleh-oleh khas Jakarta. Sebelumnya, wanita paruh baya yang akrab dipanggil Mpok Mumun ini sudah menjual produk rengginang dengan nama Sumber Rejeki.

Dengan dibukanya toko oleh-oleh khas Jakarta, Mpok Mumun pun merangkul berbagai UMKM produk makanan khas Betawi lain. Seperti kembang goyang, biji ketapang, akar kelapa, bir pletok, hingga dodol Betawi.

Mpok Mumun bercerita sebelum toko oleh-olehnya diresmikan, dia dan anaknya sempat melakukan percobaan untuk mengetes rasa dan penjualan. Bahkan, dia sempat berkeliling pasar dan menitipkan produk-produknya untuk dijual.

Hingga setahun berselang, toko oleh-oleh tersebut diluncurkan pada 16 November 2022 dengan nama Oleh-Oleh Jakarta Mpok Mumun. Selain membuka toko offline, Mpok Mumun juga mencoba berjualan lewat e-commerce salah satunya Shopee.

Dia mengaku berjualan melalui Shopee sangat membantu meningkatkan penjualan, terlebih lagi ketika Lebaran, dan tanggal kembar. Tidak hanya di Jakarta, produk-produknya juga banyak dipesan dari luar kota.

"Jadi yang kelola Shopee-nya itu anak saya. Semua aturan dari Shopee, dia selalu ikutin. Jadi sampai sekarang ya akhirnya kayak hari-hari biasa gini, juga ini keteteran gitu. Terus alhamdulillah dengan berjalanan ini ya, produk ini kita sudah bisa buka rukonya," jelasnya.

Baca Juga: PP 20/2026 Ubah Peta Pajak UMKM, Siapa yang Masih Dapat 0,5 Persen?

Tak hanya merangkul UMKM lain, Mpok Mumun juga memberdayakan warga di sekitar rumahnya untuk bersama-sama mengembangkan Oleh-Oleh Jakarta. Meski ada beberapa karyawan yang berasal dari daerah lain, namun kebanyakan karyawannya adalah tetangganya sendiri.

Dengan meningkatnya penjualan, Mpok Mumun banyak mendapat undangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk ikut serta dalam event besar atau bazar di berbagai kampus. Bahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sempat menawarkan untuk mengekspor ke Belanda, namun dia menolak.

"Untuk ekspor saya masih belum bisa, karena di sini saja masih kewalahan. Jadi nanti dulu. Kalau untuk peluangnya, biayanya juga emang biaya ditanggung oleh Kementerian Perdagangan, yang penting kita siapin produk. Cuma produknya belum mencukupi," katanya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.