Akurat Logo

Rivqy Halim: Setiap Listrik Padam Banyak Pihak Dirugikan, PLN Harus Perkuat Mitigasi dan Komunikasi Transparan

Redaksi Akurat | 29 Juni 2026, 11:07 WIB
Rivqy Halim: Setiap Listrik Padam Banyak Pihak Dirugikan, PLN Harus Perkuat Mitigasi dan Komunikasi Transparan
Anggota Komisi VI DPR, Rivqy Halim. Foto: Parlementaria/Alma

AKURAT.CO Anggota Komisi VI DPR, Rivqy Halim, menyampaikan bahwa banyak masyarakat yang mengeluhkan pemadaman listrik yang mengganggu aktivitasnya.

Pasalnya, pemadaman listrik yang kerap terjadi di sejumlah daerah mengganggu sektor usaha, pelayanan publik, pendidikan, hingga produktivitas masyarakat.

"Setiap kali listrik padam, ada banyak pihak yang dirugikan. Karena itu PLN harus memperkuat mitigasi, memperbaiki sistem antisipasi gangguan, dan yang tidak kalah penting adalah membangun komunikasi yang transparan kepada masyarakat," ujar Rivqy, dalam keterangannya pada Senin (22/6/2026).

PT PLN (Persero), kata Rivqy, harus menjelaskan kepada masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang tengah terjadi. Ia menilai penjelasan yang diberikan PLN justru terkadang membingungkan publik.

"Terutama PLN yang paling bertanggung jawab dalam hal ini justru memberikan penjelasan yang terkadang membingungkan publik. Katanya, bukan karena masalah pasokan batu bara, tapi nyatanya pemadaman terjadi hampir di banyak daerah," tuturnya.

Oleh karena itu, Rivqy meminta PLN memperkuat langkah mitigasi dan antisipasi agar pemadaman bergilir tidak terus berulang.

Selain itu, PLN harus memperbaiki sistem komunikasi publik dengan memberikan informasi yang cepat, jelas, dan mudah dipahami masyarakat.

"Publik berhak mengetahui penyebab gangguan dan kapan kondisi akan kembali normal," ujar Rivqy.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Gangguan tersebut telah menimbulkan kesulitan bagi masyarakat.

"PT PLN ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir. Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini," ujar Darmawan, dalam konferensi pers, pada Sabtu (20/6/2026).

PLN juga mulai memasok batu bara kalori menengah (medium rank coal) ke sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa.

Langkah itu dilakukan perusahaan untuk memperkuat pasokan energi primer pembangkit listrik, sekaligus mempercepat pemulihan sistem kelistrikan.

"Saat ini proses penyaluran medium rank coal atau batu bara dengan tingkat kandungan menengah mulai mengalir pada PLTU di seantero Pulau Jawa," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
W
Editor
Wahyu SK