Akurat Logo

Laporan BPS: Inflasi Indonesia Masih Terkendali hingga Juni 2026

Moehamad Dheny Permana | 2 Juli 2026, 19:27 WIB
Laporan BPS: Inflasi Indonesia Masih Terkendali hingga Juni 2026
Andil inflasi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Foto: Ilustrasi/blog.bankmega.com

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia mencapai 3,34 persen pada Juni 2026.

Dengan demikian, inflasi Indonesia masih tetap terkendali hingga paruh pertama 2026 karena berada dalam kisaran sasaran inflasi sebesar 1,5 hingga 3,5 persen.

"Pada Juni 2026 terjadi inflasi sebesar 3,34 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 108,27 pada Juni 2025 menjadi 111,89 pada Juni 2026," ujar Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers, pada Rabu (1/7/2026).

Ateng merinci tiga kelompok pengeluaran yang menjadi penyumbang utama inflasi tahunan hingga Juni 2026.

Andil inflasi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan kontribusi sebesar 1,36 persen terhadap inflasi tahunan. Adapun komoditas yang memberikan andil terbesar adalah ikan segar, beras, minyak goreng, cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit, sigaret kretek mesin (SKM), dan bawang merah.

Baca Juga: Inflasi Nasional 3,08 Persen, Mendagri Minta Harga Minyak Goreng Terus Dipantau

Selain itu, Ateng menyebut kelompok transportasi sebagai kontributor inflasi tahunan terbesar kedua pada Juni 2026.

Kelompok tersebut mengalami inflasi tahunan sebesar 4,57 persen dan memberikan andil sebesar 0,55 persen terhadap inflasi tahunan secara keseluruhan.

Ateng menambahkan bahwa inflasi pada kelompok pengeluaran tersebut menguat pada Juni akibat tiga faktor utama, yakni kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara, serta pelumas atau oli mesin yang dipengaruhi faktor musiman dan eksternal.

"Inflasi pada bensin dipicu oleh penyesuaian harga beberapa jenis BBM non-subsidi. Sementara itu, kenaikan untuk tarif angkutan udara terutama didorong oleh meningkatnya permintaan seiring dengan periode libur sekolah pada bulan Juni ini," jelasnya.

Terakhir, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi kontributor inflasi tahunan terbesar ketiga dengan andil sebesar 0,69 persen.

Baca Juga: Jaga Inflasi, Mendagri Minta Pemda Antisipasi Dampak Dinamika Geopolitik Global

"Inflasi ini terutama terjadi pada komoditas emas perhiasan," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.