Akurat Logo

BPS: Mobilitas Masyarakat Sepanjang Kuartal I-2026 Meningkat, Berdampak pada Penerimaan Pajak

Moehamad Dheny Permana | 5 Mei 2026, 07:03 WIB
BPS: Mobilitas Masyarakat Sepanjang Kuartal I-2026 Meningkat, Berdampak pada Penerimaan Pajak
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, malaporkan mobilitas masyarakat sepanjang kuartal pertama 2026 cukup tinggi. Foto: CNBC Indonesia/Zahwa Madjid

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perjalanan wisatawan Nusantara sepanjang triwulan I-2026 mengalami kenaikan signifikan.

Akumulasi sepanjang Januari-Maret 2026, tercatat 319,51 juta perjalanan wisnus, atau naik 13,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Khusus Maret 2026, BPS mencatat jumlah perjalanan wisnus mencapai 126,34 juta perjalanan. Jumlah itu juga naik cukup signifikan, yaitu 42,1 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2025.

Menurut Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, hal tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat.

"Kita bisa melihat meningkatnya mobilitas warga tersebut dari angka perjalanan wisatawan nusantara, yang sepanjang kuartal pertama tumbuh 13,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025," jelas Amalia, dalam keterangan yang diterima Selasa (5/5/2026).

Baca Juga: Cara Bayar Pajak Mobil secara Online, Praktis Tanpa Antre dan Bisa dari HP!

Pada awal pekan ini, BPS mengumumkan kinerja sektor pariwisata. Selain data perjalanan wisnus, BPS juga mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Maret 2026 sebanyak 1,09 juta, atau meningkat 10,5 persen yoy.

Sedangkan, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) yang pergi ke luar negeri pada periode yang sama tercatat 793.160 atau naik 36,36 persen yoy.

Tingginya mobilitas warga, khususnya wisnus, juga berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) sepanjang kuartal pertama yang mencapai Rp 55 triliun. Jumlah itu naik 57,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan PPN dan PPnBM memberi kontribusi besar pada penerimaan perpajakan, yang pada tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp 394,8 triliun, atau naik 20,7 persen secara yoy.

Meningkatnya penerimaan perpajakan tersebut memberi ruang fiskal bagi pemerintah untuk mengakselerasi belanja negara sejak awal tahun. Hingga Maret 2026, belanja negara tercatat Rp 815 triliun, meningkat 31 persen dibandingkan triwulan pertama 2025.

Baca Juga: Denda SPT Pajak

Akselerasi belanja negara sejak awal tahun, terutama ke program prioritas pemerintah, mampu menciptakan multiplier effect, sehingga memperkuat daya tahan ekonomi nasional di tengah tekanan geoekonomi global saat ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.