Akurat Logo

Sekolah Rakyat Jadi Kunci Putus Mata Rantai Kemiskinan

Moehamad Dheny Permana | 4 Juli 2026, 23:01 WIB
Sekolah Rakyat Jadi Kunci Putus Mata Rantai Kemiskinan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kota Medan di Sumatera Utara.

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kota Medan, Sumatera Utara, sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

AHY mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui penyediaan pendidikan berkualitas yang dapat diakses secara gratis oleh anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Dalam mendukung pelaksanaan program prioritas Bapak Presiden Prabowo untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, saya meninjau secara langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kota Medan di Provinsi Sumatera Utara,” tulis AHY melalui akun X pribadinya, @AgusYudhoyono, Sabtu (4/7/2026).

Menurut AHY, Sekolah Rakyat menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Karena itu, pemerintah berkomitmen menghadirkan fasilitas pendidikan yang memadai agar peserta didik dapat belajar secara optimal.

Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kota Medan dibangun di atas lahan seluas 6 hektare dan akan melayani jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.080 siswa.

Baca Juga: Mensos Minta Kepala Sekolah Matangkan Persiapan MPLS Sekolah Rakyat

Fasilitas yang disediakan meliputi asrama, laboratorium, sarana olahraga, tempat ibadah, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya untuk mendukung proses belajar mengajar secara terpadu.

Sekolah tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 14 Juli 2026, diawali dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

AHY mengajak seluruh pihak untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Mari kita bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun. Perawatan juga perlu dilakukan. Upaya ini adalah investasi sumber daya manusia bangsa yang akan melahirkan generasi-generasi unggul untuk membangun Kota Medan, Sumatera Utara, dan Indonesia,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.