Akurat Logo

Rencana Trump Jual Jet Tempur F-35 ke Turki Tuai Kritik, Dinilai Bisa Untungkan Rusia

Fitra Iskandar | 3 Juli 2026, 13:27 WIB
Rencana Trump Jual Jet Tempur F-35 ke Turki Tuai Kritik, Dinilai Bisa Untungkan Rusia
jet tempur f-35. Foto: Wikipedia

 AKURAT.CO Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengisyaratkan akan kembali membuka peluang penjualan jet tempur siluman F-35 kepada Turki menuai kritik tajam dari kalangan konservatif di Amerika Serikat.

Dewan Editorial The Wall Street Journal, yang dikenal berhaluan konservatif, memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat membahayakan keamanan militer Barat karena Turki masih mengoperasikan sistem pertahanan udara buatan Rusia, S-400.

Dalam editorialnya, media tersebut menilai pemberian akses F-35 kepada Ankara seharusnya tidak dipertimbangkan selama pemerintah Turki belum melepaskan sistem rudal Rusia yang dibelinya pada 2019.

Trump Beri Sinyal Akan Senangkan Erdogan

Kontroversi bermula setelah Trump menyampaikan pernyataan positif mengenai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Trump menyebut Erdogan sebagai anggota NATO yang kuat sekaligus pemimpin yang dihormati.

"Saya mungkin akan melakukan sesuatu yang membuatnya sangat senang. Dia adalah pemimpin yang dihormati dan juga teman saya," ujar Trump.

Pernyataan tersebut memicu spekulasi bahwa Washington tengah mempertimbangkan untuk mengakhiri larangan penjualan F-35 kepada Turki.

F-35 dan S-400 Dinilai Tak Boleh Beroperasi Bersamaan

The Wall Street Journal mengingatkan bahwa pada masa pemerintahan Trump periode pertama, Amerika Serikat justru mengeluarkan Turki dari program F-35 setelah Ankara tetap membeli sistem rudal S-400 dari Rusia meski telah diperingatkan berulang kali.

Saat itu, Washington bahkan menawarkan sistem pertahanan udara Patriot sebagai alternatif, namun tawaran tersebut ditolak Turki.

Menurut editorial tersebut, keputusan mengeluarkan Turki dari program F-35 merupakan langkah yang tepat dan tidak seharusnya dibatalkan.

Para analis keamanan khawatir apabila F-35 dan sistem S-400 dioperasikan secara bersamaan, Rusia berpotensi memperoleh data penting mengenai kemampuan pesawat tempur paling canggih milik Amerika Serikat.

Editorial itu bahkan menyebut kondisi tersebut dapat memberi Presiden Rusia Vladimir Putin kesempatan untuk mempelajari kelemahan teknologi F-35.

Kekhawatiran Meningkat karena Rusia Dekat dengan China dan Iran

Kekhawatiran semakin besar karena Rusia saat ini dinilai mempererat kerja sama strategis dengan China dan Iran dalam persaingan geopolitik melawan Amerika Serikat dan sekutunya.

Jika teknologi F-35 berhasil dipelajari melalui sistem S-400, hal itu dikhawatirkan akan mengurangi keunggulan militer Barat dalam jangka panjang.

Bisa Perburuk Hubungan AS dengan Eropa

Selain aspek keamanan, The Wall Street Journal juga menyoroti dampak politik dari kebijakan tersebut.

Menurut editorial itu, apabila Trump tetap memberikan F-35 kepada Turki, negara-negara Eropa dapat semakin meragukan komitmen Amerika Serikat terhadap pertahanan NATO.

Langkah tersebut dinilai berpotensi memperkuat anggapan bahwa Trump lebih mengutamakan hubungan pribadi dengan para pemimpin yang dianggap berhaluan otoriter dibanding menjaga kepentingan strategis aliansi Barat.

Kekhawatiran itu muncul ketika hubungan Trump dengan sejumlah negara Eropa juga sedang memanas, termasuk setelah pernyataannya mengenai Greenland yang memicu kritik dari Denmark.

Dinilai Bertentangan dengan Strategi Pertahanan AS

Editorial tersebut juga mengutip pernyataan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang sebelumnya menegaskan pentingnya membangun kekuatan militer dan efek gentar terhadap lawan.

Menurut dewan editorial, tujuan tersebut justru akan sulit tercapai apabila Amerika Serikat memberikan akses teknologi militer paling sensitif kepada negara yang masih menggunakan sistem pertahanan buatan Rusia.

Mereka menilai mempertahankan pembatasan terhadap Turki merupakan langkah penting untuk menjaga keunggulan teknologi militer Barat sekaligus mencegah informasi strategis jatuh ke tangan Rusia.

Sumber: Rawstory

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.