Trump Sindir Iran di Tengah Pemakaman Ali Khamenei: Kami Beri Waktu Seminggu karena Kami Baik
AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial terkait Iran saat negara itu memulai rangkaian pemakaman kenegaraan bagi mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Berbicara di hadapan ribuan orang dalam acara peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat di Mount Rushmore pada Jumat (4/7/2026), Trump menyinggung konflik terbaru antara Washington dan Teheran serta mengklaim Amerika Serikat sengaja memberikan waktu kepada Iran untuk menggelar prosesi pemakaman.
"Kami menghancurkan Iran. Mereka sangat ingin mencapai penyelesaian. Kami memberi mereka waktu seminggu untuk pemakaman karena kami baik," kata Trump yang disambut sorak sorai dan tawa para pendukungnya.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Iran secara resmi memulai upacara penghormatan terakhir bagi Ali Khamenei, yang berlangsung selama beberapa hari dan dihadiri delegasi dari berbagai negara.
Pemakaman Ditunda Akibat Perang
Menurut laporan yang beredar, Ali Khamenei tewas pada 28 Februari dalam tahap awal konflik bersenjata antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel.
Ia dilaporkan meninggal dunia akibat serangan udara gabungan bersama sejumlah anggota keluarganya, termasuk putri, menantu, cucu perempuan yang masih bayi, serta menantu perempuan.
Dalam tradisi Islam, jenazah umumnya dimakamkan dalam waktu 24 jam setelah meninggal dunia. Namun, otoritas Iran memutuskan menunda proses pemakaman karena situasi perang dan tingginya risiko keamanan selama konflik berlangsung.
Prosesi penghormatan baru dapat dilaksanakan setelah tercapainya gencatan senjata sementara pada bulan lalu, yang memungkinkan pemerintah Iran menyelenggarakan rangkaian pemakaman kenegaraan.
Sumber: Indiatoday
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bentrokan Berdarah Guncang Iran Barat, Pemberontakan Kurdi Kembali Menguat di Tengah Negosiasi AS-Iran?
- 2Update Bagan Piala Dunia 2026 Terbaru: 10 Tim Sudah Lolos ke 16 Besar
- 3Prancis vs Swedia: Cetak Brace, Kylian Mbappe Kudeta Posisi Dua Top Skor Abadi Piala Dunia
- 4Jadwal Lengkap Piala Dunia 2 Juli 2026: Persaingan Sengit Menuju 16 Besar
- 5Kalender Jawa 3 Juli 2026: Weton Jumat Legi Berwatak Tegas, tapi Mudah Marah
- 6Kalender Jawa Juli 2026 Lengkap: Cek Weton, Pasaran, dan Jumlah Neptu
- 7Rencana Trump Jual Jet Tempur F-35 ke Turki Tuai Kritik, Dinilai Bisa Untungkan Rusia
- 8Profil Diska Resha Putra, Suami Sarah Gibson yang Jadi Sorotan Usai Diduga Selingkuh
- 9OTT KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin, Masih Diperiksa Intensif
- 1098 Persen Siswa Terbukti Mudah Memahami Pelajaran Berkat Papan Interaktif Digital






