Pratikno Ajak Masyarakat Lestarikan Warisan Batik Autentik di Era Digital

AKURAT.CO Eksistensi karya seni batik saat ini berpotensi tergerus dengan hadirnya produk bermotif cetakan yang bukan batik sesungguhnya, hingga pesatnya motif hasil dari teknologi kecerdasan buatan yang berpotensi menggantikan peran desain otentik karya manusia.
Untuk itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, terus mendorong upaya pelestarian batik sebagai warisan budaya leluhur bangsa yang telah diakui oleh dunia.
Upaya ini tidak hanya krusial untuk menjaga identitas bangsa, tetapi juga untuk memastikan keberlangsungan perputaran ekonomi yang menghidupi masyarakat luas.
Baca Juga: Batik Printing Makin Marak, APPBI Perkuat Edukasi Publik
"Kita harus sama-sama mempertahankan, mengembangkan. Gempuran memang sedang terjadi, banyak sekali otomasi, bahkan kecerdasan buatan juga berpotensi untuk menggerus batik kita. Tetapi saya yakin, kita punya pengalaman panjang. Kekhawatiran-kekhawatiran itu kalau kita bersatu, kita bisa," kata Pratikno dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).
Dalam agenda Pagelaran Seni Batik Indonesia Puspa Nuswantara 2026, dia menyampaikan apresiasi kepada Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) beserta seluruh perajin yang terus mempertahankan batik sebagai warisan budaya luhur bangsa sekaligus kekuatan ekonomi Indonesia.
"Warisan budaya ini harus terus kita pertahankan. Bukan hanya untuk cerminan dari budaya luhur kita, tetapi juga ini menghidupi banyak sekali jutaan perajin dan pengusaha," ujarnya.
Dengan mengusung tema "Rupa Makna Tambal Nusantara", pagelaran tahun ini sangat istimewa dan sarat filosofi karena mengombinasikan berbagai corak khas dari beragam daerah di Nusantara.
Secara simbolik, penyatuan elemen tersebut merepresentasikan semangat Bhinneka Tunggal Ika, menambal yang kurang dan memperkuat yang lemah agar menjadi satu kesatuan bangsa yang kokoh.
Baca Juga: 168 UMKM Batik Ramaikan Puspa Nuswantara, Target Transaksi Rp20 Miliar
Pratikno pun optimistis bangsa Indonesia memiliki ketangguhan luar biasa. Terbukti, meski batik sempat mengalami penurunan popularitas di awal tahun 2000-an, masyarakat berhasil bangkit hingga kini batik kembali digunakan secara luas, baik dalam acara resmi maupun pakaian keseharian.
Untuk itu, pemerintah lintas sektor terus berkolaborasi melindungi keaslian karya batik nusantara. Serta mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan nyata bagi industri kreatif lokal dengan memastikan hanya membeli produk asli buatan perajin.
Semangat ini digaungkan melalui tagline "Asli Batiknya, Asli Harganya, dan Asli Perajinnya" yang mengingatkan bahwa menjaga batik adalah tugas kita bersama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





