Prabowo: Koperasi Tetap Jadi Soko Guru Ekonomi, Bukan Lawan Swasta dan BUMN

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan koperasi tetap menjadi salah satu soko guru perekonomian nasional. Meski demikian, penguatan koperasi bukan berarti mengesampingkan peran badan usaha swasta, BUMN, maupun UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menurutnya, koperasi sejak awal dibentuk sebagai instrumen untuk memperkuat posisi masyarakat kecil agar mampu bersaing melalui semangat kebersamaan.
"Saudara-saudara, koperasi adalah alatnya orang lemah, alatnya orang miskin. Tapi seperti sapu lidi, satu lidi lemah, tetapi bergabung itu menjadi kekuatan hebat," kata Prabowo, saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79, Minggu (12/7/2026).
Baca Juga: Prabowo: Koperasi Itu Keluarga Saya, Tetap Bersama Meski Saya Empat Kali Kalah Pilpres
Kepala Negara optimistis gerakan koperasi Indonesia akan kembali menjadi kekuatan ekonomi nasional yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Jangan khawatir, gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia. Kekuatan ekonomi yang tidak akan membawa uang lari dari Indonesia," ujarnya.
Prabowo juga menyindir praktik pelarian modal ke luar negeri. Di hadapan ribuan insan koperasi, dia menyebut wajah para pelaku koperasi bukanlah orang-orang yang membawa kekayaan Indonesia ke luar negeri.
"Saya ingat lihat tampang-tampang koperasi ini. Muka-muka kalian bukan muka yang bawa uang lari ke luar negeri. Betul?" ucapnya yang disambut tepuk tangan peserta.
Menurut Prabowo, kebijakan pemerintah selama ini telah mulai meningkatkan kesejahteraan petani, buruh, dan nelayan sehingga roda ekonomi desa semakin bergerak.
"Tapi enggak ada masalah. Saya dapat laporan sekarang sudah banyak petani yang libur ke luar negeri. Libur boleh. Kapan lagi petani libur ke luar negeri? Sekarang karena kita buat petani, buruh, nelayan makmur. Ekonomi kita akan bangkit dari desa, kecamatan, kabupaten," katanya.
Baca Juga: Hampir Tiga Dekade Tertinggal, Koperasi Akan Bangkit di Era Presiden Prabowo
Dia menegaskan pemerintah ingin memastikan perputaran uang tetap berada di daerah sehingga manfaat pembangunan lebih banyak dinikmati masyarakat. "Dan uangnya akan tinggal di kecamatan, kabupaten. Kita akan balikkan. Kalau selama ini kekayaan Indonesia disedot, ekonomi kita akan kembalikan, akan turun ke rakyat," ujar Prabowo.
Meski demikian, pemerintah tidak memiliki sikap anti terhadap perusahaan besar. Menurutnya, Indonesia sebagai negara besar membutuhkan seluruh pelaku ekonomi untuk tumbuh bersama.
"Tapi saya ingatkan, kita tidak anti perusahaan besar, tidak. Karena Indonesia negara besar. Kita butuh koperasi, kita butuh UMKM, kita butuh swasta, kita butuh BUMN, BUMD. Kita butuh semuanya. Ini harus menjadi kekuatan. Itu yang saya maksud Indonesia Incorporated," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









