Pengosongan Hotel Sultan Ditarget Rampung dalam Sebulan, Bakal Dikelola Danantara

AKURAT.CO Proses pengosongan aset Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, masih berlangsung. Pemerintah menargetkan pengosongan selesai dalam waktu sekitar satu bulan, sebelum pengelolaannya dialihkan kepada BPI Danantara.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan pemerintah telah melaporkan perkembangan pengelolaan aset negara, termasuk kompleks Hotel Sultan, dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI.
Salah satu pembahasan dalam rapat tersebut ialah tindak lanjut pengambilalihan pengelolaan kompleks Blok 15 Hotel Sultan, yang resmi dilakukan pada 18 Juni 2026.
Baca Juga: Barang Eks Hotel Sultan Dipindahkan ke Dua Gudang di Cikarang, Ditargetkan Tuntas Sebulan
"Kemudian juga kami melaporkan beberapa hal di luar laporan keuangan yang tentunya itu masih berkaitan dengan tanggung jawab tugas yang diemban di bawah Kementerian Sekretariat Negara. Salah satunya adalah mengenai pengelolaan aset negara, yaitu yang berada di bawah Badan Layanan Umum (BLU) PPK GBK dan PPK Kemayoran," kata Prasetyo, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
"Sebagaimana saudara-saudara juga pasti mengikuti bulan lalu, tanggal 18 Juni salah satunya adalah proses pemindahan pengelolaan kompleks Blok 15 Hotel Sultan yang itu menjadi salah satu bagian dari kawasan pengelolaan GBK, yang kami bertanggung jawab dan melaporkan kepada Komisi XIII beserta dengan rencana-rencana ke depan untuk kita semangatnya adalah mengoptimalkan pengelolaan-pengelolaan aset yang dimiliki oleh negara sehingga pemasukan atau pendapatan kepada negara itu jauh lebih optimal lagi," lanjutnya.
Prasetyo menyebut proses pengosongan aset masih berlangsung sesuai kesepakatan dengan pihak terkait. Pemerintah telah beberapa kali berkoordinasi dengan Danantara, melalui InJourney, terkait rencana pengelolaan Hotel Sultan setelah proses pengosongan selesai.
"Kita sedang dalam proses. Sudah beberapa kali rapat dengan teman-teman Danantara, dalam hal ini InJourney ya, untuk kemudian ke depan supaya pengelolaan hotelnya bisa lebih optimal sebagaimana yang tahun lalu juga JCC itu sudah habis kontraknya kemudian tidak kita perpanjang dan kita kelola sendiri dan ternyata itu secara signifikan menambah PNBP kita," jelasnya.
Dia berharap, pengelolaan Hotel Sultan di bawah skema baru nantinya dapat meningkatkan optimalisasi aset negara sekaligus menambah penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Baca Juga: Tidak Hanya Revitalisasi Hotel Sultan, Prabowo Instruksikan Penataan Ulang Kawasan GBK
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (22/6/2026).
Pertemuan tersebut salah satunya membahas langkah strategis pengembangan sektor pariwisata nasional. Termasuk rencana transformasi Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) menjadi ikon baru Indonesia berstandar internasional.
Rosan mengatakan, Presiden Prabowo mengarahkan agar pengembangan Kawasan GBK dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi guna menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








