Akurat Logo

BGN: Evaluasi Anggaran 2025 Sekaligus Penataan 27 Ribu SPPG Masih Berjalan 

Putri Dinda Permata Sari | 17 Juli 2026, 19:02 WIB
BGN: Evaluasi Anggaran 2025 Sekaligus Penataan 27 Ribu SPPG Masih Berjalan 
Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn) Trenggono, usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI. (Akurat.co/Putri Dinda Permata Sari)

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan evaluasi penggunaan anggaran tahun 2025 berjalan beriringan dengan proses penataan sekitar 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebagai bagian dari pembenahan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn) Trenggono, mengatakan pembahasan utama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) adalah pertanggungjawaban penggunaan anggaran BGN tahun anggaran 2025. Adapun rincian hasil pembahasan anggaran akan disampaikan secara tertulis.

"RDP tadi tentang anggaran 2025, jadi anggaran tahun lalu. Kemudian juga sudah disepakati jumlahnya, nanti mungkin akan disampaikan lebih lanjut karena akan dijawab secara tertulis," kata Trenggono, usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga: BGN Akui Program MBG 2025 Belum Capai Target, Serapan Anggaran Baru 59 Persen

Meski fokus rapat membahas anggaran, Komisi IX juga menyinggung keluhan sejumlah mitra BGN yang sebelumnya menyampaikan aspirasi ke DPR. Menanggapi hal itu, Trenggono menegaskan penghentian sementara terhadap sebagian mitra bukan merupakan kebijakan permanen.

Menurutnya, BGN tengah melakukan evaluasi dan penataan terhadap sekitar 27 ribu SPPG agar pelaksanaan program ke depan lebih baik.

"Yang jelas kita menjawab bahwa tentang penghentian sementara ini bukan seterusnya. Jadi penghentian sementara, kita berikan waktu untuk menata kembali. Sejumlah 27.000 sekian ini akan kita cek lagi, kita tata kembali," ujarnya.

Selain melakukan penataan terhadap ribuan SPPG, BGN juga mengevaluasi pelaksanaan layanan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) beserta aspek lainnya dalam penyelenggaraan program.

Baca Juga: Pengadaan Motor Listrik MBG Belum Diakui sebagai Aset, BGN Ungkap Alasannya

"SPBG yang lain-lain seperti yang 3T, kemudian yang lainnya juga akan kita berikan waktu. Tolong berikan kami waktu untuk menata semuanya," katanya.

Trenggono memastikan BGN tetap membuka ruang komunikasi dengan para mitra. Namun, menurutnya, dialog akan dilakukan setelah proses penataan berjalan sehingga permasalahan dapat dibahas secara lebih komprehensif.

"Sekali lagi, para mitra, bukan kita tidak mau berkomunikasi. Tidak. Kita juga memberikan kesempatan, namun nanti kita carikan waktu yang tepat supaya kita bisa berdialog dengan baik," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.