Pekerja Migran Ilegal Rentan Jadi Korban TPPO

AKURAT.CO Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan, praktik penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) secara ilegal memiliki keterkaitan erat dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Menurutnya, sebagian besar pekerja migran yang berangkat secara nonprosedural berisiko menjadi korban perdagangan orang.
Mukhtarudin mengatakan, batas antara penempatan pekerja migran ilegal dan TPPO sangat tipis karena keduanya saling berkaitan.
Oleh sebab itu, penanganan TPPO dilakukan secara lintas sektor melalui Satuan Tugas TPPO yang dibentuk pemerintah berdasarkan Peraturan Presiden dan melibatkan berbagai kementerian serta lembaga.
"Kami terus mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kepolisian, TNI, Imigrasi, hingga Kementerian Hukum untuk memperkuat sinergi dalam menekan dan memberantas persoalan ini. Terus terang saya sudah sangat geregetan dengan persoalan TPPO," kata Mukhtarudin.
Ia menegaskan, Kementerian P2MI tetap memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja migran Indonesia yang menghadapi masalah di luar negeri, baik korban TPPO maupun pekerja migran yang berangkat secara nonprosedural.
Menurutnya, masyarakat umumnya tetap melaporkan persoalan pekerja migran kepada Kementerian P2MI karena para korban merupakan warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri.
"Mau korban TPPO maupun pekerja migran nonprosedural, yang mengadu tetap ke kami. Selama mereka warga negara Indonesia yang bermasalah di luar negeri, kami berupaya semaksimal mungkin untuk membantu penyelesaiannya bersama kementerian dan lembaga terkait," ujarnya.
Baca Juga: Daftar Juara Piala Dunia Terbanyak Sepanjang Sejarah, Teratas Masih Brasil dengan 5 Gelar!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






