Wartawan Udin Bernas Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional Tiga Dekade Setelah Kepergiannya

AKURAT.CO Tiga dekade setelah kepergiannya, nama Fuad Muhammad Syafruddin, wartawan Harian Bernas yang juga dikenal dengan Udin Bernas, terus hidup dalam ingatan masyarakat pers nasional.
Bertepatan dengan momen 30 tahun wafatnya sang jurnalis, ikhtiar resmi digulirkan dari Yogyakarta untuk mengusulkan anggota Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI (Nomor 13.00.3794.92.M.VI) tersebut sebagai Pahlawan Nasional.
Langkah ini diawali oleh Tim Adhoc Pengusulan Udin melalui serangkaian kegiatan yang akan digelar pada Jumat (14/8/2026), berpusat di Aula PWI DIY, Jalan Gambiran 45, Yogyakarta.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah peresmian nama Aula PWI DIY menjadi Fuad Muhammad Syafruddin. Penamaan itu diharapkan menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi generasi penerus mengenai perjalanan dan perjuangan Udin sebagai wartawan.
Wartawan Udin wafat pada 16 Agustus 1996, tiga hari setelah dianiaya dua orang misterius di depan rumahnya di Dusun Gelangan Samalo, Jalan Parangtritis KM 13, Kabupaten Bantul.
Baca Juga: PWI Pusat Gandeng AFPI, Bahas Pindar hingga Perlindungan Publik Lewat Workshop Jurnalistik
Hasil penyelidikan aparat polisi atas kematian Udin saat itu diragukan karena penuh kejanggalan dan bahkan menghadirkan tersangka palsu yang mengaku dikambinghitamkan.
Di sisi lain, kelompok aktivis dan wartawan Yogyakarta menemukan keterkaitan terbunuhnya wartawan Udin dengan pemberitaan kritisnya terhadap bupati Bantul di Harian Bernas.
Peresmian aula sesuai nama Udin akan dilakukan Ketua PWI DIY, Drs. Hudono, S.H. Sebelum prosesi tersebut. Ketua Tim Adhoc Udin, Ki Bambang Widodo, akan menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan tugas tim.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dinas Kominfo DIY, Hari Edi Tri Wahyu Nugroho, serta Kepala Dinas Sosial DIY, Suyarno.
Tidak berhenti di lingkungan PWI DIY, penghormatan terhadap Udin juga akan diwujudkan melalui pemasangan tetenger di makamnya yang berada di Trirenggo, Bantul.
Baca Juga: PWI Tetapkan PWI Fest sebagai Agenda Tahunan, Perkuat Ekosistem Pers di Era Digital
Pemasangan tetenger tersebut menjadi bagian dari keputusan yang telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Adhoc Udin di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) pada 23 Juni 2026.
Bagi insan pers, upaya tersebut bukan sekadar tentang mengabadikan sebuah nama. Ada ingatan mengenai profesi jurnalistik, keberanian, dan perjalanan seorang wartawan yang tetap hidup meski puluhan tahun telah berlalu.
Tim Adhoc Udin telah mengundang dewan penasihat, dewan pakar, pengurus dan anggota PWI DIY. Sejumlah pejabat serta organisasi kemasyarakatan yang berkaitan dengan proses pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional juga diundang menghadiri kegiatan tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk membawa nama Udin ke tingkat yang lebih luas.
Dari Yogyakarta, perjuangan tersebut diarahkan agar pemerintah daerah dan pemerintah pusat mempertimbangkan pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional.
Baca Juga: PWI Pusat Cabut Laporan terhadap Hotman Paris Usai Dimediasi Dasco, Polemik Berakhir Damai
Tiga puluh tahun setelah kepergiannya, ingatan terhadap Udin kembali dihidupkan. Bukan hanya melalui seremoni, tetapi melalui sebuah ikhtiar untuk menjaga namanya tetap hadir di tengah perjalanan pers Indonesia.
Bagi generasi hari ini, nama Udin kelak tidak hanya terpampang di sebuah aula atau tertulis pada tetenger di makam.
Lebih dari itu, namanya diharapkan menjadi bagian dari ingatan sejarah tentang seorang wartawan dari Yogyakarta yang terus diperjuangkan untuk mendapatkan pengakuan sebagai Pahlawan Nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




