Akurat Logo

Prabowo Optimis Indonesia Bisa Produksi Mobil Listrik Besar-besaran di 2028

Moehamad Dheny Permana | 13 Agustus 2026, 21:24 WIB
Prabowo Optimis Indonesia Bisa Produksi Mobil Listrik Besar-besaran di 2028
Presiden Prabowo Subianto saat mengikuti acara peresmian melalui sambungan virtual dari Istana Merdeka, Jakarta.

AKURAT.CO Setelah meluncurkan Motor Listrik Nasional (Molinas) serta ekosistem pendukungnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan ekosistem mobil listrik dalam negeri mulai bisa produksi massal pada tahun 2028.

Dia optimis pengembangan ekosistem mobil listrik nasional dapat berjalan signifikan dalam waktu yang cepat.

"Kita lagi bangun mobil listrik Indonesia, yang kita berharap paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran," ujar Prabowo dalam peluncuran Molinas di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: Prabowo Siap Turunkan Bunga Cicilan Motor Listrik: Kita Usahakan Tanpa DP

Jika masyarakat secara masif beralih ke motor dan mobil listrik, impor bahan bakar minyak (BBM) bakal jauh berkurang. Indonesia pun bisa lebih mandiri dan sejahtera.

"Dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai energi utama, kita akan lebih aman, kita akan lebih sejahtera. Kita mengirim uang USD untuk BBM kita melebihi kadang-kadang USD30 miliar, antara USD28 sampai USD30 miliar," jelasnya.

Saat ini pemerintah telah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM melalui program mandatori B50. Pemerintah mewajibkan pencampuran 50 persen biodiesel ke dalam bahan bakar minyak jenis solar.

Baca Juga: Prabowo Akan Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional, Tingkatkan Nilai Tambah di Dalam Negeri

"Kita bertekad ini kita kurang. Dengan solar sekarang B50 kita sudah mengurangi, bahkan harusnya kita tidak impor lagi diesel dari luar," tegasnya.

Selanjutnya, pemerintah juga tengah menyiapkan transisi dari penggunaan tabung gas LPG ke CNG, demi menekan impor dan beban subsidi. Tak hanya itu, pemerintah bakal membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt (GW) dalam waktu empat tahun.

"Kita juga akan membangun listrik dari tenaga surya sebesar 100 gigawatt, dan ini harus kita laksanakan dalam empat tahun," kata Prabowo.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.