Akurat Logo

Ketua Umum IKA FISIP UB Bekali 1.300 Mahasiswa Baru Hadapi Dunia Kerja

Saeful Anwar | 14 Agustus 2026, 10:15 WIB
Ketua Umum IKA FISIP UB Bekali 1.300 Mahasiswa Baru Hadapi Dunia Kerja
Ketum IKA FISIP UB, Miftahul Huda, memberikan pembekalan kepada sekitar 1.300 mahasiswa baru FISIP UB dalam rangkaian kegiatan orientasi mahasiswa baru, Kamis (13/8/2026).

AKURAT.CO Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (IKA FISIP UB), Miftahul Huda, memberikan pembekalan kepada sekitar 1.300 mahasiswa baru FISIP UB dalam rangkaian kegiatan orientasi mahasiswa baru, Kamis (13/8/2026).

Miftahul Huda, yang merupakan alumni Sosiologi FISIP UB tahun 2007, membagikan pengalaman dan pandangannya mengenai strategi serta peluang menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Ia menekankan pentingnya mahasiswa mempersiapkan diri sejak dini. Menurutnya, kesiapan menghadapi dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga kompetensi, pengalaman, karakter, dan jejaring profesional.

“Dunia kerja tidak hanya melihat ijazah. Kemampuan, pengalaman, karakter, dan networking juga menjadi modal penting. Karena itu, persiapannya harus dimulai sejak mahasiswa,” ujar Miftahul Huda.

Menurutnya, konsistensi dalam belajar menjadi salah satu kunci agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu.

Di sisi lain, pengalaman berorganisasi juga berperan dalam membentuk kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, penyelesaian masalah, sekaligus memperluas jejaring profesional.

Miftahul Huda yang memiliki pengalaman dalam dunia organisasi, termasuk sebagai alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), menilai aktivitas organisasi menjadi salah satu proses penting dalam membentuk karakter, pola pikir kritis, serta kemampuan membangun relasi yang dibutuhkan di dunia profesional.

“Belajar harus konsisten supaya bisa lulus tepat waktu. Tapi jangan hanya kuliah. Organisasi mengajarkan banyak hal yang tidak selalu kita dapatkan di ruang kelas, termasuk bagaimana berkomunikasi, memimpin, menyelesaikan persoalan, dan membangun networking,” katanya.

Dalam pembekalan tersebut, Miftahul juga mengajak mahasiswa untuk bersikap terbuka dalam menghadapi berbagai perbedaan dan dinamika sosial.

Menurutnya, mahasiswa FISIP perlu mampu memahami keberagaman masyarakat melalui cara berpikir yang kritis, rasional, dan bertanggung jawab.

Ia turut menyinggung berbagai fenomena sosial yang berkembang, termasuk isu LGBTQ. Menurutnya, perbedaan perlu dipahami sebagai bagian dari kehidupan sosial, dengan tetap memperhatikan nilai, norma, dan prinsip yang diyakini.

“Mahasiswa harus terbiasa berdialog dengan perbedaan. Kita menghargai perbedaan, tapi bukan penyimpangan. Fenomena LGBTQ ini semakin meresahkan sehingga diatur sebagai ancaman nonmiliter oleh negara. Yang penting adalah kemampuan memahami persoalan secara utuh dan tetap memiliki prinsip,” jelasnya.

Baca Juga: Denny JA Kembali Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum SATUPENA 2026-2031

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.