Akurat Logo

Prabowo Akui Ada Keterlambatan Penanganan Karhutla, Siapkan Masterplan Antisipasi Potensi Bencana

Moehamad Dheny Permana | 7 September 2026, 16:29 WIB
Prabowo Akui Ada Keterlambatan Penanganan Karhutla, Siapkan Masterplan Antisipasi Potensi Bencana
Presiden Prabowo Subianto (tengah) saat memimpin rapat terbatas secara virtual terkait penanganan bencana. - Youtube Sekretariat Presiden

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, mengakui adanya keterlambatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik. Meski demikian, pemerintah bergerak cepat menyiapkan rencana induk (masterplan) menyeluruh, demi mengantisipasi potensi bencana alam di masa mendatang secara masif.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin Rapat Terbatas secara virtual bersama para kepala daerah. Agenda rapat tersebut membahas penanganan bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi Anak Gunung Krakatau, serta perkembangan terkini penanganan karhutla.

Dia mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang dinilai bertindak cepat dalam menanggulangi bencana di berbagai wilayah, khususnya di Pulau Sumatera. Menurutnya, respons pemerintah dalam menghadapi situasi darurat saat ini jauh lebih cepat apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Prabowo: Alokasi Anggaran untuk Mitigasi Bencana Harus Kita Tambah secara Signifikan

"Sekarang pun dibandingkan tahun-tahun yang dulu, respons kita sangat cepat. Keadaan bencana di Sumatera ya, di Aceh, Sumatera Utara, dan di Sumatera Barat, ternyata respons kita cukup masif, cukup cepat ya. Untuk itu saya ucapkan terima kasih semua unsur yang telah bekerja keras," ujar Prabowo, Senin (7/9/2026).

Mantan Menteri Pertahanan tersebut menegaskan bahwa proses pemulihan kawasan terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejauh ini berjalan optimal. Pemerintah mengandalkan sumber daya dalam negeri untuk menyelesaikan masa tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.

"Kita pulihkan keadaan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan kekuatan kita sendiri. Cukup, menurut saya, kita cukup berhasil kita atasi," tuturnya.

Terkait karhutla, Kepala Negara tidak memungkiri masih terdapat kekurangan di lapangan. Namun, catatan penanganan tersebut bakal langsung dijadikan bahan evaluasi guna menyusun langkah antisipasi yang lebih matang dan terintegrasi.

"Saya ucapkan terima kasih semua unsur. Kemudian juga saya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita juga cukup masif, walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan, tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif," kata Prabowo.

Sebagai langkah konkret, Presiden menginstruksikan para menteri terkait untuk memprioritaskan penyediaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di daerah rawan. Prinsip ketersediaan logistik dan alat berat harus dipastikan melebihi batas minimum agar kesiapsiagaan dapat terbangun sejak awal.

Baca Juga: Purbaya Siap Tambah Anggaran Jika Dana Bencana BNPB Kurang

"Saya minta pemikiran kita dalam perencanaan, kita gunakan prinsip lebih baik lebih daripada kurang. Artinya, ini juga nanti Menteri Setneg siapkan juga, beritahu juga Menteri Keuangan, Menteri Bappenas; berarti lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik," tegasnya.

Presiden juga menekankan pentingnya penyediaan fasilitas hingga ke tingkat desa yang kerap menjadi langganan titik panas. Pemerintah berencana memperkuat armada pemadam serta alat berat pendukung untuk mencegah karhutla meluas secara cepat.

"Jadi kita siap sebelum kejadian. Lebih banyak ekskavator-ekskavator kecil di desa-desa yang secara tradisional selalu kena kebakaran hutan, itu lebih baik," jelas Prabowo.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.