Cegah Dampak Abu Vulkanik, Layanan Kesehatan dan Distribusi Masker Diperkuat di Pulau Sebesi

AKURAT.CO Tenaga kesehatan di Pulau Sebesi, Lampung, bergerak cepat menangani dampak kesehatan akibat persebaran abu vulkanik, pascaerupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi akhir pekan lalu.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan angsung mengirimkan sekitar 6.000 masker bagi warga pulau yang berada sangat dekat dengan gunung tersebut. Masker tersebut telah didistribusikan ke seluruh warga pada Senin (7/9/2026).
"Kami meminta bantuan masker, dan kemarin sudah diberikan masker, sekitar hampir 6.000 masker dikirimkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, dan kami sudah membagikannya di empat dusun yang ada di Desa Tejang Pulau Sebesi ini," ujar Tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, Iqram Murofiq, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga: Hadapi Abu Gunung Anak Krakatau, BNPB Modifikasi Cuaca Gunakan 350 Kg Kalsium Klorida
Sebelumnya sejumlah warga sempat mengalami gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, hingga dermatitis atau gatal-gatal akibat paparan abu vulkanik. Namun warga memiliki inisiatif tinggi untuk mendatangi posko kesehatan, sehingga keluhan tersebut dapat ditangani dengan cepat.
Dengan demikian, upaya tersebut diharapkan dapat mencegah bertambahnya jumlah warga Pulau Sebesi yang mengalami gangguan pernapasan pascaerupsi Anak Krakatau.
"Sampai hari ini sudah ada beberapa warga yang datang berobat di posko karena dia mengalami yang namanya penyakit ISPA seperti batuk, gatal, dan juga sesak karena efek dari abu vulkanik tersebut," ungkap Iqram.
Menurutnya pelayanan kesehatan di Pulau Sebesi menjadi hal yang krusial, mengingat pulau tersebut merupakan salah satu pulau berpenghuni yang berada relatif dekat dengan Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga: ANTARA Perkuat Koordinasi Pencarian 5 Jurnalis Foto yang Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau
Oleh karena itu, ketersediaan peralatan kesehatan sangat diperlukan apabila sewaktu-waktu aktivitas vulkanik kembali meningkat dan abu mengarah ke kawasan permukiman. Dia berharap pasokan obat-obatan dan oksigen dapat terus diperkuat di Pulau Sebesi.
Selain itu, dia juga berharap adanya peningkatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Anak Krakatau, mengenai langkah-langkah penanganan awal terhadap gangguan kesehatan akibat erupsi gunung berapi.
"Yang sangat diperlukan, kami meminta juga kepada pemerintah agar dapat memberikan sosialisasi kepadamasyarakat yang berada di daerah-daerah yang dekat dengan Anak Gunung Krakatau, bagaimana caranya penanganan terhadap letusan dari Anak Gunung Krakatau," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







