Menko PM Minta JKN Diperkuat: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Miskin Karena Sakit

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar, menegaskan pentingnya memperkuat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat agar tetap sehat, produktif, dan berdaya.
JKN juga berperan penting mencegah masyarakat jatuh miskin akibat persoalan kesehatan. Dengan adanya jaminan kesehatan, masyarakat diharapkan tidak lagi menghadapi kekhawatiran bahwa sakit akan menguras kemampuan ekonomi keluarga.
"Tak perlu lagi ada rasa khawatir bagi seluruh rakyat kita, tak perlu ada rasa takut jatuh miskin akibat kita kena sakit. Kita sudah tidak lagi menemukan anekdot 'Sadikin' sedikit sakit, sedikit jatuh miskin. Kini berkat JKN, kita semua tumbuh sehat dan mendapatkan jaminan kesehatan kita," ujar Menko PM dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan 2026 di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Baca Juga: Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan Lewat Mobile JKN, Mudah dan Praktis!
Karena itu, penguatan JKN tidak cukup hanya dilihat dari jumlah kepesertaan, tetapi juga keaktifan peserta dan manfaat yang benar-benar dirasakan. Saat ini, tingkat kepesertaan aktif sekitar 79,20 persen. Menurutnya, kualitas layanan menjadi salah satu kunci untuk mendorong masyarakat tetap aktif sebagai peserta JKN.
"Bagi masyarakat, JKN dirasakan ketika mereka datang dan mendapatkan pelayanan. Kalau pelayanan mudah, cepat, aman, bermutu, dan bermartabat, masyarakat akan merasa mendapatkan manfaat dan ikut menjaga JKN," katanya.
Dia menekankan tidak boleh ada pembedaan pelayanan terhadap peserta JKN. Setiap peserta berhak memperoleh layanan yang setara, bermutu, dan bermartabat.
Karena itu, fasilitas kesehatan menjadi wajah JKN yang langsung berhadapan dengan masyarakat sekaligus menentukan kepercayaan terhadap kualitas pelayanan dan kehadiran negara.
Baca Juga: Cara Cek Tagihan BPJS Kesehatan Online, Bisa Lewat Mobile JKN hingga Care Center!
JKN merupakan bentuk gotong royong besar bangsa Indonesia yang melibatkan pemerintah, peserta, fasilitas kesehatan, serta seluruh pihak dalam ekosistem kesehatan. Hingga saat ini, kepesertaan JKN telah mencapai sekitar 284 juta jiwa atau 98,02 persen penduduk Indonesia.
"Jaminan Kesehatan Nasional adalah gotong royong raksasa bangsa ini. Partisipasi besar ini harus terus kita jaga agar setiap warga negara mendapatkan hak yang sama atas pelayanan kesehatan," jelasnya.
Saat ini, ekosistem JKN telah didukung sekitar 34,2 ribu fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Besarnya ekosistem tersebut perlu diikuti pemerataan mutu pelayanan, terlebih pemanfaatan layanan terus meningkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







