Pemerintah Harus Beri Pendampingan dan Pemberdayaan Ekonomi Pekerja Migran Usai Pulang ke Tanah Air

AKURAT.CO Pemerintah diminta memperkuat pemberdayaan ekonomi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), setelah kembali ke daerah asal. Pendampingan ini penting, agar PMI dapat memanfaatkan hasil bekerja di luar negeri untuk membangun usaha produktif dan tidak kembali berangkat melalui jalur nonprosedural.
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul, mengatakan penanganan PMI tidak cukup berhenti pada proses pemulangan, tetapi perlu dilanjutkan dengan pendampingan yang membantu PMI memiliki sumber penghasilan setelah kembali ke tanah air.
"Saya kira BP2MI bisa melakukan kegiatan sosialisasi, penguatan, pendampingan kepada para PMI yang bekerja ke luar negeri. Selain pendampingan agar mereka taat prosedur, juga pendampingan agar mereka bisa memanfaatkan hasil dari mereka bekerja di luar negeri untuk menjadi satu kegiatan usaha yang produktif," ujar Zainul, Minggu (27/9/2026).
Baca Juga: Cegah TPPO, Menko Polkam Pastikan Pekerja Migran Kompeten dan Terlindungi
Pemerintah dapat memanfaatkan pemetaan titik-titik di wilayah perbatasan, yang selama ini menjadi lokasi berkumpulnya PMI untuk memperkuat sosialisasi dan pendampingan.
PMI yang telah bekerja di luar negeri perlu didorong untuk mengembangkan usaha produktif dengan memanfaatkan modal maupun pengalaman yang diperoleh selama bekerja. Dengan begitu, kepulangan PMI tidak hanya menjadi akhir dari masa kerja di luar negeri, tetapi juga menjadi awal bagi kegiatan ekonomi di daerah asal.
Komisi IX DPR telah melihat hasil pemberdayaan PMI yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, program pelatihan dan pendampingan usaha tersebut dapat menjadi alternatif bagi PMI setelah menyelesaikan masa kerja di luar negeri.
"Tadi saya melihat BP2MI sudah mengarahkan ke sana, jadi para PMI yang bekerja di wilayah Kalimantan, yang di Malaysia dan juga di Brunei itu, mereka dilatih, didampingi untuk membuat satu usaha-usaha produktif, UMKM, dan tadi kita sudah lihat hasilnya," ujarnya.
Baca Juga: Menteri Mukhtarudin: Negara Hadir untuk Anak-anak Pekerja Migran di Malaysia
Dia menilai, keberadaan usaha yang produktif dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan PMI terhadap pekerjaan di luar negeri. Terlebih apabila usaha tersebut mampu memberikan penghasilan yang menjanjikan, PMI memiliki pilihan untuk tetap bekerja dan mengembangkan usaha di daerah asal.
Karena itu, dia mendorong agar pendampingan terhadap PMI dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari sebelum keberangkatan, selama bekerja, hingga setelah kembali ke Indonesia.
Menurutnya, pola tersebut penting agar perlindungan PMI tidak hanya berfokus pada keberangkatan dan kepulangan, tetapi juga pada keberlanjutan kehidupan ekonomi mereka setelah kembali ke tanah air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








