Sekjen Kemendagri Tekankan Kepemimpinan Adaptif di Tengah Era Disrupsi

AKURAT.CO Kementerian Dalam Negeri menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan strategis di era disrupsi.
Pasalnya, perubahan saat ini tidak hanya terjadi pada aspek teknologi, tetapi berlangsung secara serentak di berbagai bidang.
Perubahan mencakup perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial, meningkatnya ekspektasi publik terhadap layanan digital, gejolak ekonomi dan geopolitik, perubahan kebutuhan keterampilan aparatur, serta derasnya arus informasi yang memengaruhi kepercayaan publik.
Kondisi ini menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
"Semakin cerdas masyarakatnya tentunya dituntut ASN-nya semakin cerdas. Kemudian, 81,72 persen penduduk telah menggunakan daripada layanan digital yang semakin terbuka, mudah dan transparan," kata Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, dalam pengarahan pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Gelombang V Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Tahun Anggaran 2026, yang digelar secara daring, Senin (28/9/2026).
Baca Juga: Kemendagri Kembali Ingatkan Pemda Kendalikan Harga Pangan
Menurutnya, perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) generatif telah mengubah cara kerja dalam bidang analisis, administrasi, dan pelayanan.
Berbagai pekerjaan rutin semakin banyak terotomatisasi, sementara kebutuhan akan pengambilan keputusan secara cepat terus meningkat.
Pada saat yang sama, ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah juga semakin tinggi.
"Kalau kita bekerja rutin, kemudian masyarakat di luar sana menggunakan AI, maka di situ terdapat celah di mana kecepatan, kemudian komprehensif, mempengaruhi bagaimana kita mengambil keputusan. Sehingga penilaian masyarakat terhadap kita sebagai ASN tentunya dapat berubah," ujar Tomsi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Tomsi mendorong peserta PKA dan PKP mengubah pola kerja dan kepemimpinan, dari cara berpikir yang sektoral dan parsial menuju pola pikir yang strategis, sistemik, holistik, serta lintas sektor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









