Ratusan Ribu Warga Terserang ISPA, Kalteng Diminta Jadi Wilayah KLB Karhutla

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan (Kemenkes) didesak menetapkan Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai wilayah Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Desakan ini muncul seiring memburuknya kualitas udara dan meningkatnya gangguan kesehatan masyarakat akibat paparan asap.
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, mengatakan, dirinya menerima laporan langsung dari masyarakat di Kalteng mengenai kondisi udara yang semakin mengkhawatirkan.
Asap pekat bahkan disebut membuat langit di sejumlah wilayah tampak menguning, disertai keluhan gangguan pernapasan dan mata perih.
"Hari ini saya dilaporkan oleh masyarakat Kalimantan Tengah, udara di sana sudah sangat mengkhawatirkan. Udara sudah mulai tampak menguning dan pasti sangat berbahaya bagi masyarakat," kata Irma melalui keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).
Menurut Irma, penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman api.
Pemerintah juga perlu memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat yang terus terpapar asap, termasuk dengan menambah tenaga medis dan persediaan obat-obatan di wilayah terdampak.
"Hari ini saya minta Kemenkes untuk menetapkan wilayah Kalteng sebagai wilayah KLB Karhutla. Saya juga sudah meminta Kemenkes menambah SDM kesehatan dan obat-obatan di wilayah terdampak Karhutla yang kondisinya sangat parah," ujarnya.
Irma turut menyoroti tingginya jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah dampak karhutla.
Berdasarkan data Kemenkes per 13 Oktober 2026, tercatat 283.270 kasus ISPA yang tersebar di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak.
Dari total tersebut, sebanyak 219.559 kasus dialami penduduk berusia di atas lima tahun, sedangkan 63.711 kasus terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun.
Kalimantan Selatan mencatat jumlah kasus tertinggi, yakni 74.636 kasus, disusul Sumatera Selatan dengan 74.458 kasus.
Selain tingginya kasus ISPA, kualitas udara di 12 kabupaten/kota dilaporkan berada dalam kategori berbahaya.
Wilayah tersebut meliputi enam kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, satu di Kalimantan Selatan, dua di Jambi, dua di Sulawesi Selatan, dan satu di Riau.
Irma meminta pemerintah memetakan wilayah dengan tingkat paparan asap tinggi agar pelayanan kesehatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Penambahan tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, serta kesiapan layanan rujukan dinilai penting untuk mencegah kondisi pasien memburuk.
"Warga perlu mengetahui langkah perlindungan yang sesuai dan tempat memperoleh pertolongan. Pelayanan kesehatan harus siap mengikuti perubahan keadaan, termasuk ketika paparan asap Karhutla yang berlangsung berkepanjangan," tuturnya.
Baca Juga: DPR Desak Prabowo Buka Data Perusahaan yang Diduga Terkait Karhutla
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









