Akurat
Pemprov Sumsel

Mengenang Doni Monardo, Panglima Covid-19 yang Dekat dengan Pers Serta Kiprahnya untuk Bangsa dan Negara Indonesia

Sultan Tanjung | 4 Desember 2023, 09:35 WIB
Mengenang Doni Monardo, Panglima Covid-19 yang  Dekat dengan Pers Serta Kiprahnya untuk Bangsa dan Negara Indonesia

AKURAT.CO Kabar berpulangnya Letjen TNI (Purn.) Doni Monardo ke hadapan Tuhan Sang Pencipta mengejutkan sebagian besar masyarakat Indonesia.

Tak terkecuali dari kalangan pejabat yang mengenal dekat dirinya hingga rakyat biasa yang hanya melihat sepak terjangnya dari layar kaca.

Maklum saja semasa hidupnya, mendiang Doni Monardo terkenal sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penanggulangan COVID-19 dan wajahnya kerap tampil menghiasi pemberitaan tanah air.

Baca Juga: Jenazah Doni Monardo Dimakamkan di TMP Kalibata Senin Pagi

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto turut menyampaikan ucapan duka sebagaimana diunggah dalam akun resmi Instagram @kemhanri.

“Semoga amal ibadah, pengabdian, dan perjuangan almarhum diterima Allah SWT,” kata Menhan RI sebagaimana dibenarkan oleh Kepala Biro Humas Setjen Kemhan.

Doni Monardo, yang lahir di Cimahi, Jawa Barat pada 10 Mei 1963, wafat pada usia 60 tahun di ruang ICU RS Siloam Semanggi, Jakarta, Minggu (3/12).

Dilansir dari Antara, Staf Khusus Kepala BNPB Periode 2019–2021 Egy Massadiah membagikan kabar duka itu tidak lama setelah mendiang Doni berpulang.

Doni wafat setelah sakit dan kesehatannya terus menurun sejak 22 September 2023. Sejak 22 September pula almarhum dirawat intensif di RS Siloam Semanggi.

Baca Juga: BNPB Imbau Antisipasi Dampak El Nino

Dalam masa-masa itu, Presiden RI Joko Widodo sempat menjenguk Doni di rumah sakit dan bertemu dengan keluarganya.

Namun jauh sebelum itu masih dilansir dari Antara, karir Doni yang merupakan putra minang itu berawal dari seorang Prajurit TNI pada 1985 selepas lulus dari AKABRI.

Doni Monardo mengawali kariernya di satuan tempur infanteri dan tergabung dalam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) sejak 1986–1998.

Beberapa operasi penting pun turut melibatkan Doni, di antaranya di Timor-Timor dan Aceh pada masa-masa konflik.

Beberapa jabatan strategis yang pernah diemban oleh Doni Monardo di antaranya Komandan Batalyon (Danyon) 11 Grup 1/Kopassus (1998–1999), Danyonif 741/Satya Bhakti Wirottama (1999–2001), Dandenma Paspampres (2001–2003), Kepala Tim (Katim) Analis Intel Kolakoops TNI (2003–2004), Wakil Asisten Operasi Komandan Paspampres (2004–2006), Komandan Brigif Lintas Udara 3/Tri Budi Mahasakti (2006–2008), Komandan Grup A Paspampres (2008–2010), Danrem 061/Surya Kencana (2010–2011), Wakil Komandan Jenderal Kopassus (2011–2012), Komandan Paspampres (2012–2014), Danjen Kopassus (2014–2015), Pangdam XVI/Pattimura (2015–2017), Pangdam III/Siliwangi (2017–2018), dan Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (2018–2019) pun menjadi jabatan terakhirnya di lingkungan militer.

Baca Juga: Angkat Doni Monardo Jadi Komut Inalum, Ini Alasan Erick Thohir!

Sepak terjangnya yang gemilang membuat Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Kepala BNPB (2019–2021). Penugasan Doni di BNPB tentu bukan masa yang mudah, karena saat itu, dunia menghadapi pandemi COVID-19, tak terkecuali Indonesia.

Presiden RI sejak 13 April 2020 menetapkan Indonesia sebagai darurat COVID-19, dan Doni mengemban tugas penting sebagai Kasatgas Penanggulangan COVID-19.

Doni, semasa bertugas sebagai Kasatgas, di kalangan jajarannya dikenal tidak pernah berhenti bekerja. Dia pun mengakui selama lebih dari 1 tahun tinggal sementara di Graha BNPB, kantornya saat itu.

Kemudian, saat-saat pandemi COVID-19 dalam titik terburuknya, Doni pun tetap berkeliling ke daerah-daerah Indonesia, termasuk lokasi-lokasi yang rawan, untuk meninjau langsung penanggulangan wabah virus itu.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Belajar Dari Pengalaman Dan Pelajaran Untuk Masa Depan

Di tengah penanggulangan COVID-19, dia juga terjun langsung ikut menangani penanggulangan bencana, termasuk di antaranya gempa bumi di Sulawesi Barat dan banjir di Kalimantan Selatan.

Di tengah pekerjaannya itu, dia pun sempat terserang COVID-19. Doni mengumumkan kepada publik kondisi kesehatannya, memberi contoh kepada yang lain untuk menjalankan prosedur kesehatan COVID-19 seperti menjalani tes PCR, mengisolasi diri, dan berobat serta menjalani perawatan.

Setidaknya selama kurang lebih tiga pekan, hasil tes PCR baru menyatakan dia sudah negatif COVID-19.

Selepas itu, dia langsung kembali bekerja meninjau langsung penanggulangan bencana dan COVID-19.

Doni kemudian mengakhiri jabatannya di BNPB pada 2021.

Baca Juga: Gantikan Posisi Doni Monardo di BNPB, Ini Perintah Pertama Ganip Warsito ke Istrinya

Dia saat itu digantikan oleh Ganip Warsito, yang saat ini juga menyandang status purnawirawan bintang tiga.

Mendiang Doni Monardo pun selama menjabat sebagai Kepala BNPB dikenal cukup ramah dengan media, misalnya pada 2020 Akurat.Co sendiri mendapatkan penghargaan dalam rangka ikut partisipasi aktif dalam mendukung penyebarluasan informasi kebencanaan Tahun 2019.

Oleh karenanya, mendiang Doni Monardo menerima Medali Emas Kemerdekaan Pers dari Dewan Pers atas jasa dan peran pentingnya dalam membangun kerja sama dengan media melalui sejumlah program terkait sosialisasi penanggulangan pandemi COVID-19.

Penghargaan itu diberikan Dewan Pers kepada Doni Monardo pada 9 Februari 2021.

Sebagaimana pepatah bijak mengatakan, Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.

Mendiang Doni Monardo telah menggoreskan tinta emas kepahlawanan bagi Bangsa Indonesia dan generasi penerus khususnya.

Selamat Jalan Jenderal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.