Setelah Mengenal Perubahan Utama Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka, Hal yang Paling Membuat Ibu dan Bapak Guru Bersemangat adalah Peserta Didik

AKURAT.CO Setelah mengenal perubahan utama pembelajaran pada Kurikulum Merdeka, hal yang paling membuat Ibu dan Bapak Guru bersemangat adalah peserta didik. Mengapa?
Mari kita jelajahi lebih lanjut.
Kurikulum Merdeka merupakan sebuah inisiatif dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Indonesia. Kurikulum ini berbeda dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya karena lebih sederhana dan mendalam.
Berikut adalah beberapa perubahan utama dalam Kurikulum Merdeka yang dapat menjelaskan mengapa Ibu dan Bapak Guru merasa bersemangat12:
-
Fleksibilitas Struktur Kurikulum:
Kurikulum sebelumnya belum memberikan fleksibilitas kepada guru terkait jam pelajaran yang ditentukan dalam per minggu.
Dalam Kurikulum Merdeka, arah perubahan kurikulum memberikan kebebasan bagi guru terkait jam pelajaran karena ditargetkan dipenuhi dalam satu tahun, bukan setiap minggu.
Ini memungkinkan guru untuk lebih leluasa mengatur pembelajaran dan menyesuaikannya dengan kondisi satuan pendidikan.
-
Fokus pada Materi Esensial:
Peserta didik sering mengeluhkan padatnya materi pelajaran. Kurikulum Merdeka menekankan pada materi esensial, sehingga pembelajaran lebih mendalam.
Guru dapat lebih fokus pada konsep-konsep penting yang relevan dengan tahap perkembangan peserta didik.
-
Beragam Perangkat Ajar:
Materi pembelajaran yang tersedia kurang beragam, sehingga guru kurang leluasa mengembangkan pembelajaran kontekstual.
Dalam Kurikulum Merdeka, guru diberikan keleluasaan untuk menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
-
Pemanfaatan Teknologi Digital:
Kurikulum sebelumnya belum memaksimalkan dan memanfaatkan teknologi digital berbasis aplikasi.
Kurikulum Merdeka mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk melalui aplikasi seperti Platform Merdeka Mengajar.
Ini membantu guru terus mengembangkan praktik mengajar secara mandiri dan berbagi praktik baik.
Dengan pendekatan yang lebih berpusat pada siswa, penekanan pada kreativitas dan kemandirian, serta penggunaan teknologi dalam pembelajaran, Kurikulum Merdeka bertujuan untuk mempersiapkan siswa untuk masa depan yang lebih baik.
Oleh karena itu, Ibu dan Bapak Guru merasa bersemangat karena melihat peserta didik aktif dan antusias dalam proses pembelajaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







