Ganjar Jadi Oposisi, Gerindra: Enggak Salah, Sama-sama Mulia, Cuma Bedanya...
Atikah Umiyani | 7 Mei 2024, 14:45 WIB

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman menghormati keputusan eks capres Ganjar Pranowo yang memilih jadi oposisi bagi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Habiburokhman mengatakan, menjadi oposisi bukanlah pilihan yang salah. Menurutnya, menjadi oposisi juga sama-sama tugas yang mulia.
"Sikap oposisi juga bukan merupakan pilihan yang salah ya, yang tidak baik. Karena baik bergabung dengan pemerintahan maupun menjadi oposisi atau di luar pemerintahan adalah sikap yang sama-sama mulia," kata Habiburokhman kepada wartawan melalui keterangan video, Selasa (7/5/2024).
Baca Juga: Gerindra Optimis Satukan Megawati, SBY, dan Jokowi di Presidential Club: Jangan Manas-manasin
Ia meyakini, keputusan tersebut diambil Ganjar dengan tujuan yang positif. Yaitu untuk menjadi penyeimbang bagi pemerintah Prabowo-Gibran.
"Kami yakin apapun pilihan pak Ganjar, ya niatannya adalah melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Sekali lagi, kami menghormati sikap Pak Ganjar tersebut," ujarnya.
Habiburokhman memastikan, komunikasi dengan Ganjar pun akan tetap berjalan dengan baik, walaupun politisi PDI Perjuangan tersebut sudah menyatakan diri siap sebagai oposisi.
"Adapun soal komunikasi kami dengan Pak Ganjar, setahu saya komunikasi tetap terjalin dengan baik antar petinggi-petinggi Partai Gerindra dengan Pak Ganjar, enggak ada masalah ya," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Ganjar Pranowo telah mendeklarasikan diri sebagai oposisi agar bisa menjadi penyeimbang bagi pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Saya deklarasi, pertama, saya tidak akan bergabung di pemerintahan ini," kata Ganjar dalam acara Halalbihalal TPN Ganjar-Mahfud di Rumah Pemenangan, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin (6/5/2024).
Meski begitu, eks Gubernur Jawa Tengah tersebut, akan tetap menghormati pemerintahan yang baru.
"Tapi saya sangat menghormati pemerintahan ini, dan kami akan melakukan kontrol dengan cara yang benar," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









