Bos Indodax Akui Indonesia Masih Butuh Regulasi Kripto yang Lebih Progresif

AKURAT.CO CEO Indodax, Oscar Darmawan, mengungkapkan kekhawatirannya terkait lambatnya pembaruan regulasi kripto di Indonesia.
Menurutnya, kondisi ini membuat Indonesia semakin tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Thailand dan Jepang, yang justru lebih terbuka terhadap adopsi teknologi kripto.
“Saat ini, regulasi di Indonesia belum cukup mendukung pengembangan inovasi baru di industri kripto. Kita masih dibatasi oleh aturan-aturan lama yang tidak relevan dengan perkembangan teknologi saat ini,” kata Oscar dalam pernyataannya, Minggu (4/5/2025).
Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Kripto Sentuh USD3 Triliun, Bitcoin dan Ethereum Melonjak
Salah satu hambatan yang disorot adalah larangan dari Bank Indonesia terhadap lembaga keuangan untuk memproses transaksi berbasis kripto. Hal ini kontras dengan negara lain di mana bank sudah mulai mengintegrasikan layanan kripto ke dalam sistem pembayaran mereka.
“Di luar negeri, bank sudah bisa memasarkan produk-produk berbasis kripto, bahkan terintegrasi dengan sistem pembayaran. Indonesia perlu mengevaluasi regulasi agar tak tertinggal dari negara-negara tetangga,” ujarnya.
Oscar juga menyebut keterbatasan dalam listing aset kripto serta minimnya konektivitas dengan sistem keuangan nasional sebagai kendala utama dalam pengembangan industri. Menurutnya, pembatasan ini menahan laju inovasi dan membuat pasar domestik tidak menarik bagi investor.
Namun, Oscar menyambut baik langkah transisi pengawasan industri kripto dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dirinya menilai hal ini sebagai bentuk penguatan kelembagaan yang dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri kripto.
Baca Juga: 5 Cara Hadapi Volatilitas Kripto, Upbit Imbau Dana Darurat Dijadikan Prioritas
“Transisi ke OJK memberikan harapan baru. Pengawasan kini lebih terarah dan progresif. Namun, kita berharap agar kebijakan-kebijakan tersebut juga tidak menghambat inovasi yang sedang berkembang,” katanya.
Oscar menegaskan, agar Indonesia tidak semakin tertinggal, dibutuhkan percepatan reformasi regulasi yang adaptif terhadap perubahan zaman dan teknologi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




