Akurat
Pemprov Sumsel

Harga Minyak Naik, BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Demi Jaga Stabilitas

Demi Ermansyah | 19 Juni 2025, 21:05 WIB
Harga Minyak Naik, BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Demi Jaga Stabilitas

AKURAT.CO Lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah diperkirakan memberi tekanan terhadap stabilitas moneter nasional.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menilai, kondisi tersebut bisa menghambat ruang pelonggaran suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI).

“Jika harga minyak terus naik, inflasi global akan terdorong. Itu akan memicu respons pengetatan moneter, termasuk oleh The Fed. Implikasinya, BI juga bisa jadi menahan untuk tidak menurunkan suku bunga,” ujar Faisal di Jakarta, Kamis (19/6/2025).

Baca Juga: Sudah Tepat BI Rate Ditahan di 5,5 Persen

Hingga Kamis malam, harga minyak Brent tercatat menyentuh USD77,60 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mencapai USD74,36 dolar AS.

Menurut Faisal, keputusan BI mempertahankan suku bunga akan berdampak langsung pada lambatnya ekspansi kredit oleh perbankan nasional.

"Situasi ini dapat memperlambat pertumbuhan sektor riil dan menahan pemulihan ekonomi," Paparnya.

Suku bunga acuan BI saat ini berada di level 5,50%, sementara The Fed tercatat pada rentang 4,25–4,50%.

Baca Juga: BI Revisi Proyeksi Pembiayaan Syariah, Fokus Literasi dan Produk Baru

“Jika kredit tetap seret, sektor usaha akan kesulitan menambah modal kerja. Ini berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi ke depan,” ujarnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.