Seperti Indonesia, di Vietnam Ojol juga Tutupi Pelat Nomor demi Hindari Kamera Pemantau

AKURAT.CO Menutup plat motor sepertinya sudah menjadi trik internasional untuk menghindari bidikan kamera pemantau tilang di jalan raya. Tidak hanya di Indonesia, ojek online di Vietnam pun melakukan siasat yang sama.
Seperti dilaporkan VNExpress, Polisi lalu lintas di Kota Hanoi menindak 204 pengendara motor yang tertangkap menutup atau mengubah pelat nomor kendaraan mereka dalam razia yang berlangsung 13–15 November. Penindakan ini dilakukan setelah banyak pengemudi, terutama dari layanan ojek dan ride-hailing, berupaya mengelak dari kamera AI yang dipasang di berbagai sudut ibu kota Vietnam.
Menurut Dekrit 168 yang berlaku sejak 2024, pelanggaran seperti menutup atau memodifikasi pelat nomor bisa dikenai denda antara VND 4–6 juta (sekitar Rp 2.6-3.8 juta) bagi pengendara sepeda motor. Sedangkan pemilik mobil menghadapi denda jauh lebih besar yaitu VND 20–26 juta (sekitar Rp 12.7-16.5 juta).
Sistem poin SIM di Vietnam memungkinkan pengurangan hingga 12 poin—jika poin habis, pengemudi dilarang mengemudi dan wajib menunggu minimal enam bulan sebelum dapat melakukan ujian kembali untuk SIM-nya.
Berbagai trik ditemukan petugas dalam operasi tersebut. Ada pengendara yang menggunakan masker atau kain untuk menutup pelat nomor, ada pula yang menempel selotip hitam untuk mengubah angka, misalnya mengubah angka “0” menjadi “8”. Bahkan terdapat kasus huruf “F” pada pelat diubah menjadi “E”. Beberapa pengendara juga memanfaatkan stiker, mengecat pelat, atau menata barang bawaan agar pelat nomor tertutup kamera.
Saat dihentikan petugas, sebagian pengendara berdalih bahwa pelat nomor tidak sengaja tertutup, terlalu kotor, atau bahkan menyalahkan anak-anak yang disebut telah menempelkan stiker. Namun pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan menutup pelat nomor adalah pelanggaran yang disengaja dan berpotensi membahayakan ketertiban umum serta keselamatan lalu lintas. Polisi menambahkan bahwa pelat yang disamarkan kerap digunakan pelaku kejahatan agar tak terdeteksi.
Penegakan hukum terhadap pelanggaran tersebut diperketat seiring dengan pengoperasian 1.873 kamera AI di berbagai persimpangan di Hanoi. Sistem ini dilengkapi pemindaian 360 derajat, mampu mengenali objek hingga jarak 500-700 meter, dan bekerja dengan baik dalam berbagai kondisi cuaca. Dengan teknologi tersebut, pemerintah kota berharap angka pelanggaran lalu lintas dapat ditekan dan keamanan jalan raya meningkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal




