Akurat
Pemprov Sumsel

Siapa yang Pertama Kali Bermain Catur Hitam atau Putih? Inilah Asal-Usul Sejarah Permainan Strategi Populer Tersebut

Moh.Apriawan | 23 Juni 2025, 10:50 WIB
Siapa yang Pertama Kali Bermain Catur Hitam atau Putih? Inilah Asal-Usul Sejarah Permainan Strategi Populer Tersebut

AKURAT.CO Simak siapa yang pertama kali bermain catur hitam atau putih? inilah asal-usul sejarah permainan strategi populer tersebut secara akurat.

Catur adalah salah satu permainan strategi tertua dan paling populer di dunia.

Permainan ini melibatkan dua pemain yang menggerakkan buah catur berwarna hitam dan putih secara bergantian di atas papan berpetak 8x8.

Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah siapa yang pertama kali bermain catur, hitam atau putih?

Untuk menjawabnya, kita perlu menelusuri asal-usul dan sejarah permainan catur yang kaya dan panjang, mulai dari akar kunonya di India hingga bentuk modernnya saat ini.

Baca Juga: Nayaka Budhidarma Juara Turnamen Catur Ramadhan Cup 2025, Jadi Modal Bagus untuk SEA Games 2025

1. Asal-Usul Catur

Catur diyakini berasal dari India pada abad ke-6 atau ke-7 Masehi dengan nama Chaturanga, yang berarti "empat divisi militer" yang melambangkan infanteri, kavaleri, gajah, dan kereta perang. 

Permainan ini awalnya dimainkan oleh empat pemain dan kemudian berevolusi menjadi permainan dua pemain seperti sekarang.

Dari India, catur menyebar ke Persia dan dikenal sebagai Shatranj, lalu ke dunia Islam dan akhirnya ke Eropa pada abad ke-9.

2. Perkembangan dan Penyebaran Catur

Setelah sampai di Eropa, catur mengalami perubahan aturan dan bentuk buah catur, terutama pada abad ke-15 di Spanyol, yang menghasilkan catur modern dengan aturan standar yang kita kenal saat ini. 

Peraturan modern ini mulai distandarisasi pada abad ke-19 dan terus dipertahankan hingga sekarang.

3. Siapa yang Pertama Kali Bermain: Hitam atau Putih?

Dalam catur modern, pemain yang memegang buah putih selalu memulai permainan terlebih dahulu.

Hal ini sudah menjadi aturan baku yang diatur oleh badan catur internasional, FIDE (Fédération Internationale des Échecs). 

Alasannya adalah agar permainan berjalan adil dan terstandarisasi.

Namun, dalam sejarah awal catur, terutama pada masa Chaturanga dan Shatranj, tidak ada catatan pasti siapa yang memulai permainan, dan aturan ini kemungkinan baru muncul seiring perkembangan catur di Eropa.

Jadi, tidak ada tokoh atau pemain tertentu yang dikenal sebagai "yang pertama kali bermain hitam atau putih" karena permainan ini berevolusi secara bertahap dan kolektif.

4. Filosofi dan Strategi di Balik Warna Putih dan Hitam

Warna putih dan hitam pada papan catur melambangkan dualitas dan keseimbangan dalam strategi.

Putih yang memulai memberikan keuntungan inisiatif, sedangkan hitam berperan sebagai penyeimbang.

Aturan ini memberikan dinamika kompetitif yang menarik dalam permainan catur modern.

5. Legenda dan Cerita Tentang Penemu Catur

Meskipun tidak ada satu orang yang secara pasti dianggap penemu catur, legenda menyebut Raja Balhait dari India sebagai salah satu pencetus Chaturanga yang menjadi cikal bakal catur. 

Ada juga cerita tentang Wazir Agung Sissa Ben Dahir yang menghadiahkan papan catur pertama kepada Raja Shirham, meski kisah ini lebih bersifat mitos.

Kesimpulan

Dalam catur modern, pemain dengan buah putih selalu memulai permainan terlebih dahulu sebagai aturan resmi yang telah distandarisasi oleh badan catur internasional.

Namun, dalam sejarah awal catur yang berasal dari India dan Persia, tidak ada catatan pasti tentang siapa yang pertama kali bermain hitam atau putih.

Permainan ini berkembang secara bertahap dari Chaturanga menjadi catur modern yang kita kenal sekarang.

Dengan memahami asal-usul dan perkembangan catur, kita dapat lebih menghargai kedalaman strategi dan sejarah dari permainan yang telah menghibur dan menantang jutaan orang di seluruh dunia selama berabad-abad.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.