Akurat Logo

NOC Indonesia Ganjar Rizki Juniansyah 'Best of the Best' di Game Changer Award 2026

Dian Eko Prasetio | 9 Mei 2026, 17:30 WIB
NOC Indonesia Ganjar Rizki Juniansyah 'Best of the Best' di Game Changer Award 2026
Penerima Penghargaan The Game Changer Award 2026 yang berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta, Sabtu (9/5/2026). NOC INDONESIA/Naif Muhammad Al'as

AKURAT.CO, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) secara resmi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para patriot olahraga tanah air.

Melalui ajang The Game Changer Award, sejumlah atlet, pelatih, hingga tokoh nasional dinilai telah memberikan dampak transformasional bagi prestasi Indonesia di kancah dunia.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Opening Ceremony Rapat Anggota NOC Indonesia yang berlangsung di Ballroom Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta, Sabtu (9/5/2026).

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyatakan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni musiman.

Pemilihan para pemenang didasarkan pada keberanian mereka dalam mengubah wajah olahraga nasional ke arah yang lebih profesional dan berprestasi.

"The Game Changer Award adalah bentuk penghormatan kami kepada mereka yang telah memberikan dampak nyata bagi olahraga Indonesia. Ini bukan hanya tentang medali, tetapi tentang dedikasi, konsistensi, dan keberanian untuk mengubah keadaan," tegas pria yang akrab disapa Okto tersebut.

Sorotan utama jatuh pada lifter andalan Indonesia, Rizki Juniansyah. Setelah memecahkan berbagai rekor dan konsisten menyumbang prestasi internasional, Rizki dinobatkan sebagai penerima kategori paling bergengsi, yakni Best of the Best.

"Penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus memberikan yang terbaik bagi Indonesia," kata Rizki Juniansyah singkat.

Selain Rizki, beberapa nama beken juga mengisi daftar pemenang. Di sektor bela diri, nama Safira Dwi Meilanie keluar sebagai yang terbaik, disusul petenis Janice Tjen di kategori olahraga permainan.

Sementara itu, srikandi panahan Diananda Choirunisa menyabet penghargaan olahraga akurasi dan Martina Ayu Pratiwi unggul di kategori olahraga terukur.

Tak hanya atlet, aspek pembinaan juga mendapat porsi besar. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang juga Anggota IOC, Erick Thohir, mengapresiasi langkah NOC Indonesia yang memperhatikan peran para pembina.

"Mereka (atlet) adalah ujung tombak ketika bendera Merah Putih berkibar di dunia. Namun, prestasi tidak mungkin tercapai tanpa dukungan para pembina," kata Erick.

Aura haru juga menyelimuti ruangan saat kategori Lifetime Achievement diumumkan. Penghargaan ini jatuh kepada almarhum Bob Hasan, sosok legendaris yang dedikasinya terhadap atletik dan olahraga nasional dianggap tak tertandingi hingga kini.

Proses pemilihan pemenang pun dilakukan secara serius. Panelis independen yang terdiri dari unsur NOC dan jurnalis senior seperti Krisna Bayu dan Richard Sam Bera telah bekerja sejak Februari 2026.

Penilaian mencakup nilai-nilai Olympism —excellence, friendship, dan respect— serta integritas tata kelola organisasi.

Puncak acara ditutup dengan kejutan dari dunia internasional. President of United Through Sports (UTS), Stephan Fox, memberikan penghargaan khusus Order of Merit kepada Erick Thohir dan Raja Sapta Oktohari.

Ia memuji keduanya atas kontribusi luar biasa dalam mempromosikan inklusi, kesetaraan, dan non-diskriminasi dalam olahraga di level global.

Daftar Lengkap Penerima The Game Changer Award 2026

  1. Best of the Best: Rizki Juniansyah

  2. Best Combat Sports Athlete: Safira Dwi Meilanie

  3. Best Game Sports Athlete: Janice Tjen

  4. Best Precision Sports Athlete: Diananda Choirunisa

  5. Best Measurable Sports Athlete: Martina Ayu Pratiwi

  6. Best Coach: Muhammad Dhaarma Raj (Hoki)

  7. The Rising Star: Basral Graito Utomo

  8. Best Sport Team: Timnas Futsal Putra Indonesia

  9. Best National Federation: PB PABSI (Angkat Besi)

  10. Lifetime Achievement: Almarhum Bob Hasan

  11. Order of Merit (International): Erick Thohir & Raja Sapta Oktohari

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.