Bersama Skydrive, Suzuki Berambisi Ciptakan eVTOL, Si Taksi Terbang Untuk Alat Transportasi Di IKN

AKURAT.CO Bersama dengan Skydrive, Suzuki berambisi ciptakan electric vertical take off and landing aircrafts (eVTOL) berupa taksi terbang.
Suzuki pertama kali memperkenalkannya pada ajang Japan Mobility Show dalam bentuk model berukuran kecil. Meski begitu, Suzuki dan Skydrive sudah memiliki konsep dasar dari eVTOL.
Dengan adanya eVTOL yang seirama dengan rencana moda transportasi taksi terbang di IKN, Suzuki mengklaim ketertarikannya untuk merealisasikan rencana moda transportasi berupa taksi terbang di IKN.
Pasalnya eVTOL dinilai sebagai gambaran sempurna moda transportasi taksi terbang yang rencananya akan ada di IKN.
Baca Juga: Andalkan Burgman 160 Dengan Performa Super, Suzuki Siap Bikin NMAX Dan PCX Ketir-ketir
Gambaran sempurna oleh eVTOL terhadap taksi terbang di IKN, dapat dilihat dari spesifikasinya yang dianggap cocok dengan konsep taksi terbang IKN.
Sebab, dengan ukurannya yang kecil eVTOL mampu mendarat di mana pun dan kapan pun tanpa harus mendarat ditempat yang lapang.
Selain itu, eVTOL juga memiliki baterai yang tidak akan mengeluarkan suara keras seperti helikopter.
Untuk kapasitasnya, sebagai mobil terbang eVTOL dapat membawa hingga 3 orang dengan 1 orang pilot dan 2 orang penumpang.
Oleh karena itu, eVTOL bisa merealisasikan konsep moda transportasi taksi terbang di IKN.
Membahas tentang dimensi, Suzuki bersama Skydrive membuat eVTOL dengan memiliki panjang 13 meter, lebar 13 meter, serta tinggi 3 meter.
Baca Juga: Suzuki Trada Group Dan Lalamove Gelar Uji Emisi Gratis
Bahan yang digunakan pada keseluruhan bodinya berupa alumunium alloy dengan total berat 1.400 kg.
Dengan dimensi tersebut, diprediksi eVTOL dapat melaju diudara dengan kecepatan hingga sekitar 100 km per jam dengan jarak tempuh 15 km.
Suzuki dan Skydrive telah merencanakan penyelesaian pembuatannya pada tahun 2025 dan akan dikembangkan hingga 2029 mendatang dengan perkembangan pada performanya yang dapat terbang dengan jarak tempuh lebih jauh hingga mencapai 30 km.
Selanjutnya, Suzuki dan Skydrive juga telah menargetkan perkembanganya pada tahun 2031 dengan memper jauh jarak tempuhnya hingga 40 km.
Selain itu, eVTOL juga akan dikembangkan hingga dapat terbang tanpa menggunakan dikendalikan pilot.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









