Akurat
Pemprov Sumsel

Tidak Lagi Mengudara, Ini Sejarah Maskapai Penerbangan Palestina Airlines

Hutama Prayoga | 16 November 2023, 12:41 WIB
Tidak Lagi Mengudara, Ini Sejarah Maskapai Penerbangan Palestina Airlines

AKURAT.CO - Selama mengalami peperangan dengan Israel, akses Palestina terhadap dunia luar diputus oleh Israel. Hal ini menyebabkan anggapan bahwa Palestina tidak memiliki akses mobilitas sama sekali ke luar wilayah Palestina. Namun faktanya, Palestina pernah memiliki maskapai penerbangan yang menjadi salah satu opsi mobilitas warga Palestina, yaitu Palestina Airlines. 

Palestina Airlines lahir pada 1995 dan mulai beroperasi pada 1997 yang berbasis pada Bandara Udara Internasional El Arish, Mesir. Dalam perjalanan pengoperasiannya selama kurang lebih 26 tahun, Palestina Airlines telah menyediakan akses mobilitas penerbangan ke wilayah-wilayah timur tengah bagi warga Palestina.

Seiring berkembangnya waktu, perkembangan pada maskapai Palestina Airlines membutuhkan lebih banyak rute perjalanan untuk memenuhi kebutuhan dari pada penumpangnya. Oleh karena itu pada Mei 1998 tepat satu tahun setelah pengoperasian pertamanya, Palestina Airlines mulai membeli satu pesawat berjenis Boeing 727 untuk memenuhi kebutuhan penerbangan yang semakin sibuk.

Tidak hanya itu saja, di tahun yang sama Palestina Airlines juga memindahkan basis mereka dari Bandara Udara Internasional El Arish di Mesir, menjadi memiliki basis di kota Gaza hingga membuat Palestina Airlines memiliki penyediaan rute penerbangan yang lebih beragam dari sebelumnya.

Baca Juga: Alasan Abu Ubaidah Ditakuti Oleh Tentara Zionis, Bikin Warga Palestina Tidak Gentar Dengan Serangan Israel

Dilansir al-monitor.com, hal tersebut membuat maskapai ini mampu memenuhi kebutuhan mobilitas penumpangnya. Hingga pada tahun 2000, Palestina Airlines mulai goyah dengan mengembalikan basis penerbangannya ke Bandara Udara Internasional El Arish di Mesir. Hal tersebut disebabkan oleh pemblokiran lapangan terbang di Gaza oleh Israel pada Intifada Al Aqsa.

Penyerangan Israel pada Intifada Al Aqsa tersebut juga menyebabkan maskapai ini mengurangi rute penerbangan yang mereka miliki. Hasilnya, setelah Palestina Airlines memindahkan basis penerbanganya ke Bandara Udara Internasional El Arish, maskapai ini hanya dapat melayani penerbangan secara terbatas saja.

Namun kejadian ini tidak cukup membuat maskapai miliki Palestina ini berhenti untuk menghubungkan akses mobilitas Palestina ke dunia luar. Palestina Airlines terus beroperasi dengan pelayanan penerbangan terbatas. Hingga pada 2005, maskapai tersebut mengalami mati suri dan tidak dapat beroperasi lagi.

Ajaibnya meski tidak melakukan operasi lagi sejak 2005, Palestina Airlines masih mampu bangkit di tahun 2012 dengan penyediaan rute penerbangan yang terbatas. Padahal ketika itu, Maskapai Palestina Airlines hanya mengandalkan 98 pegawai saja untuk mengoperasikannya.

Namun perjalanan dari mati surinya maskapai Palestina tersebut tidak terlalu berjalan mulus. Pasalnya, Palestina Airlines yang sejak tahun 2000 berbasis di Bandara Udara Internasional El Arish mesir, tidak lagi diakui oleh pihak Mesir. Hal tersebut membuatnya terpojok dimana beberapa pesawat dari maskapai Palestina Airlines yang berada di El Arish mengalami kesulitan mengudara ke negaranya karena sulitnya pemberian izin.

Setelah 8 tahun masalah tersebut berlalu tepat pada tahun 2020, maskapai tersebut mengalami babak baru yang lebih menekan keberadaannya. Hal tersebut disebabkan oleh perjanjian sewa pesawat oleh Niger Airlines yang habis, membuat Palestina Airlines kekurangan jumlah pesawat untuk memenuhi kebutuhan penerbangan mereka. Pada tahun tersebut juga tercatat Palestina Airlines hanya memiliki 8 pegawai saja.

Pada akhirnya, maskapai yang diklaim sebagai maskapai terakhir yang dimiliki Palestina tersebut akhirnya resmi ditutup dengan alasan tidak mampu menawarkan masa depan yang positif terhadap Palestina.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.