Penjualan Alat Berat Melonjak, Liebherr Indonesia Pamerkan Inovasi Nol Emisi di Mining Indonesia 2025

AKURAT.CO Mining Indonesia 2025 menjadi panggung besar bagi Liebherr Indonesia untuk menegaskan komitmennya dalam mendukung pertambangan yang lebih efisien, berkelanjutan, sekaligus memperlihatkan kinerja penjualan yang melampaui target tahun ini.
Sebagai bagian dari strategi global Zero Emission Vision, Liebherr Group menampilkan berbagai solusi inovatif, mulai dari truk listrik, ekskavator dengan sistem drive & cable management, hingga teknologi Liebherr Power Efficiency (LPE) pada engine dan sistem hidrolik.
Teknologi ini terbukti mampu menekan konsumsi bahan bakar hingga 20 persen tergantung spesifikasi mesin, sekaligus mengurangi jejak karbon pelanggan.
“Partisipasi kami di Mining Indonesia 2025 menjadi wadah berdialog dengan pelaku industri tentang efisiensi dan keberlanjutan operasional pertambangan. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang mendukung pertumbuhan industri pertambangan yang bertanggung jawab di Indonesia,” ujar Managing Director Liebherr Indonesia, Christian Bombenger, di Jakarta, Rabu (17/9/2025).
Komitmen keberlanjutan Liebherr juga tercermin pada layanan purna jual melalui program Remanufacturing.
Program ini mampu menekan jejak CO₂ hingga 61 persen, mengurangi penggunaan bahan baku sampai 75 persen, sekaligus memangkas biaya pelanggan hingga 70 persen dibandingkan membeli komponen baru.
Lebih dari 25 komponen utama dapat diremanufaktur, dengan garansi setara komponen baru.
Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos Beras Periode September-Desember 2025, Cair Akhir Bulan Ini!
Tak hanya soal inovasi, kinerja bisnis Liebherr Indonesia tahun ini pun mencatat hasil positif.
Hingga pertengahan September 2025, perusahaan telah menyerahkan 10 unit alat berat dari target 10–12 unit, dan masih ada 4 unit tambahan yang akan dikirimkan hingga akhir tahun.
“Target tahun ini antara 10 dan 12 unit. Kami sudah menyerahkan 10 unit, dan ada 4 unit lagi yang sedang dalam proses pengiriman. Jadi total penjualan diperkirakan mencapai 14 unit hingga saat ini atau melampaui 111 persen dari target awal,” jelas Christian.
Menurutnya, pencapaian tersebut menegaskan kepercayaan pasar terhadap produk Liebherr, dengan harga per unit berkisar antara Rp900 juta hingga Rp3 miliar, tergantung spesifikasi mesin.
Christian menambahkan, Liebherr Indonesia telah menyiapkan operations centre di Balikpapan dengan konsep sustainable building, termasuk sistem pengelolaan air hujan hingga 270 m³, pengolahan limbah ramah lingkungan, dan mekanisme pencegahan banjir.
Kehadiran jaringan kantor cabang yang strategis juga memastikan dukungan cepat dan tepat bagi pelanggan di area tambang.
Dengan inovasi berkelanjutan dan pencapaian penjualan yang melampaui target, Liebherr Indonesia semakin menegaskan perannya sebagai mitra strategis industri pertambangan nasional.
Nilai Tambah Produk Jadi Senjata
Training Manager Liebherr Indonesia, Sabri Armansah, menegaskan bahwa strategi utama perusahaan dalam menghadapi gempuran produk alat berat dari Tiongkok maupun Jepang bukan semata soal harga, melainkan pada nilai tambah (added value) yang ditawarkan.
“Yang perlu dilihat adalah added value dari setiap mesin yang kami pasarkan. Tidak hanya melihat harga awal sebagai patokan, tapi melihat keseluruhan siklus dari operasional,” ujar Sabri dalam sesi wawancara di ajang Mining Indonesia 2025.
Menurutnya, membeli alat berat dengan biaya awal yang murah belum tentu menguntungkan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Apakah Reshuffle Menteri Ada dalam Sejarah Islam? Begini Etikanya
Hal itu bisa diimbangi oleh biaya perawatan yang lebih mahal, tingkat kerusakan unit yang tinggi, hingga ketersediaan suku cadang yang terbatas.
“Begitu unit rusak, downtime meningkat, spare part tidak tersedia, maka otomatis produksi customer terganggu. Itu efek gunung es—kerusakan unit terlihat kecil di permukaan, tapi dampaknya pada operasional jauh lebih besar,” jelasnya.
Sabri menambahkan, Liebherr mengedepankan keandalan produk dan dukungan purna jual. Salah satu contohnya, kata dia, adalah kemampuan mesin Liebherr yang mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 20 persen dibandingkan kompetitor.
“Kalau diakumulasi, efisiensi bahan bakar itu bisa menutupi owning cost di awal yang memang relatif lebih tinggi. Jadi, customer tidak sekadar membeli mesin, tapi juga nilai tambah yang menjaga keberlangsungan operasi mereka,” tegasnya.
Dengan strategi tersebut, Liebherr optimistis dapat terus bersaing di pasar alat berat Indonesia yang kian ketat, sekaligus menjaga kepercayaan pelanggan di sektor pertambangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









