BBM Euro 5 dari Kilang Balikpapan Dukung Industri Otomotif Modern, Mesin Jadi Lebih Bersih

AKURAT.CO Produksi bahan bakar minyak (BBM) setara Euro 5 dari kilang baru Pertamina di Balikpapan dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung akselerasi industri otomotif modern sekaligus pencapaian target Net Zero Emission Indonesia.
Kehadiran kilang ini menunjukkan kemampuan nasional memproduksi BBM ramah lingkungan dengan standar setara negara maju. Pengamat otomotif Bebin Djuana menyambut positif capaian tersebut.
”Mata dunia bisa melihat bahwa Indonesia sudah mampu memproduksi BBM setara standar Euro 5 sebagaimana Malaysia dan negara-negara maju lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan BBM Euro 5 membuat mesin lebih bersih dan kualitas udara meningkat. Ia mencontohkan taksi di Jerman berbahan bakar diesel Euro 5 yang tetap bersih meski telah menempuh jarak ratusan ribu kilometer.
”Sudah semestinya pemerintah Indonesia menyediakan bahan bakar ramah lingkungan untuk masyarakatnya,” tambahnya, seraya berharap kilang Pertamina lainnya segera menyusul.
Baca Juga: Kemenperin Dorong Adanya Insentif untuk Selamatkan Industri Otomotif
Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB), Ahmad Safrudin, menilai modernisasi kilang melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) seharusnya bisa dipercepat sejak beberapa tahun lalu.
Lembaganya terus mendorong penghentian BBM berkualitas rendah dan peralihan ke bahan bakar yang lebih bersih. Ia berharap pemerintahan Prabowo Subianto serius merealisasikan RDMP dalam beberapa tahun ke depan demi ketahanan energi sekaligus kualitas udara yang lebih baik.
Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek RDMP Balikpapan pada Senin (12/1).
Dari sisi lingkungan, operasional kilang ini menjadi langkah konkret menuju Net Zero Emission karena BBM standar Euro 5 mampu menekan emisi nitrogen oksida (NOx) dan partikulat secara signifikan, dua penyumbang utama polusi udara di kawasan perkotaan.
Selain manfaat ekologis, produksi BBM berkualitas tinggi di dalam negeri memperkuat kedaulatan energi nasional dengan mengurangi ketergantungan impor serta membuka lapangan kerja bagi tenaga ahli lokal.
Langkah ini menempatkan Indonesia sejajar dengan negara maju dalam standar kualitas bahan bakar dan perlindungan atmosfer.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







